Rabu, 04 Januari 2017

JANGAN CARI CERITAKU

Aku berhenti.
Karena kamu..
Karena kamu membuatku berhenti...
Karena kamu aku menutup....pi

Rabu, 30 Maret 2016

GERHANA MATAHARI TOTAL, 09 MARET 2016

foto by Wiks Pitaloka
foto by wiks pitaloka

Sekali lagi mengalami peristiwa fenomena alam langka ini setelah berpuluh tahun silam. Kali ini Gerhana matahari total lintasannya meliputi Bangka Belitung daerah tempat ku tinggal. Merasa istimewa karena Indonesia adalah satu-satunya daerah lintasan dan hanya ada 11 daerah termasuk Bangka Tengah.
Jauh-jauh hari Pemda setempat sudah menyiapkan event untuk menyambut fenomena ini dengan mengadakan festival budaya dan rangkaian acara wisata memanfaatkan event ini untuk menyerap wisatawan. Festival akbar yang sukses bikin macet jalan utama di kota kecil kami.

Daerah pemantauan yang strategis yaitu di Desa Terentang letaknya di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan Pangkalpinang - Koba - Toboali. Di pinggiran pantai yang cantik dengan taman bermainnya. Disanalah di pusatkan seluruh kegiatan festival Gerhana Matahari total diadakan. Mulai dari gelar budaya festival Dambus, lomba Kereta Surong, lomba mewarnai, permainan bola api, lomba gasing, gelar 3000 kue tradisional, dan lain-lain termasuk Sholat Gerhana dan tausyiah. Sudah bisa dipastikan heboh disana.
 
Kehebohan menyambut GMT juga terjadi di rumahku. Karena terbatasnya kacamata gerhana yang dibagikan gratis oleh Pemda seorang dokter spesialis mata di Rumah Sakit Bangka Tengah berinisiatif membuat alat bantu untuk melihat (bukan memantau) GMT dari kaca film 80% yang dilapis 12. Banyak yang minta dibuatkan dan belajar buat sendiri. Sayangnya permintaan baru banyak setelah H-1. Aku dan anak-anak di rumah juga buat dan dirikwes teman-teman. Duh pinggang sampai pegal duduk berlama-lama bikin kacamata gerhana. Alhamdulillah selesai walau tidak semua permintaan terpenuhi.

Karena waktu terjadinya GMT diperkirakan jam 06.21 dan area pemantauan diberlakukan penutupan jalan sementara maka banyak orang yang mau menyaksikan peristiwa itu brangkat ke lokasi pagi2 sekali. Bahkan sudah banyak yang menginap di lokasi. Ada yang jam 02.15 sudah mandi dan bersiap pergi..heheh..aku aja belum tidur mak. Pokoknya banyak yang antusias ingin menyaksikan langsung peristiwa ini.
Ada mirisnya juga sih..kok yang diutamakan lihat GMT nya bukan ibadahnya...ini khususnya buat yang muslim ya. Karena pemikiran itulah timbul rasa malu di dalam hati dan akhirnya aku yakin untuk tidak ikut2an berangkat ke lokasi pemantauan.
Detik-detik menjelang waktu yang diperkirakan, kampung ku terasa lengang...sepi...apalagi sederetan tempat kos ku. Ya sudahlah mungkin di masjid yang jaraknya cuma beberapa meter dari rumah sudah ramai. Tapi ternyata masih sepi. Waduh...apa semua pada ikutan mantau nih. Setelah beberapa kejap akhirnya rame juga yang datang.
Tepat seperti yang direncanakan, jam 6.30 sholat gerhana dilaksanakan. Dua rekaat dengan 4 rukuk 2 sujud. Lalu ditambah tausyiah sebentar. Alhamdulillah, selesai lah sudah ibadah sholat yang jarang dilaksanakan ini.
Pulang  ke rumah, langit cerah berawan sedikit. Ku kira GMT sudah selesai. Eh ternyata belum. 
Wahhh..Subhanallah...masih kebagian lihat fenomena alam langka ini. Pelan-pelan bayangan bulan menutupi sinar matahari menuju bumi. Lalu tertutup sempurna menyisakan semburat kilau lingkaran cantik. Cahaya redup..sedikit gelap yang aneh..suasana terasa hening...Allahuakbar..merinding rasanya saking takjub. Sekelumit rasa ngeri melintas di sanubari..ini salah satu tanda kiamat, apa jadinya kalau matahari tak kembali dengan sinarnya, lalu langit runtuh dan bumi gonjang-ganjing terbelah. Astaghfirullahaladziiim. Astaghfirullahaladziiim.... Untunglah kejadian itu hanya berlangsung 1,58 menit dan sinar mentari kembali terkuak dan jatuh ke bumi. Alhamdulillahirrobbilalamiinn.
Dan keadaan pun kembali berlangsung seperti biasa.
 
Nah, masih sempat lihat festival di Terentang. Naik motor sendirian. Jalanan ramai. Apalagi di kampung mendekati titik lokasi. Macet pake banget. Orang-orang yang parkir kendaraan di kampung harus jalan kaki sekurang-kurangnya 1km. Mana panas banget. Duh..pengunjung entah dari mana-mana nih. Bahkan ada yang dari luar negeri. Pokoknya itu pantai yang biasa hening dan lugu jadi bising dan sedikit genit...hmmm..
Kemacetan lalu lintas masih mewarnai acara-acara besar di kota kecil ini. Karena akses jalan pintasnya memang bisa dibilang tidak ada. Jadi jalau ada acara di satu titik yg dekat dengan jalan raya pasti deh pakai macet. Mudah-mudahan lain kali masalah macet ini jadi poin utama yg dimasukan dalam bahasan setiap akan mengadakan even besar.

 


Kembali ke..... medsos...hehe..Sudah bisa dipastikan status hari ini dibanjiri dengan all about total solar eclipse. Foto gerhana, selfie gerhana, laporan sholat gerhana...wayuuhh...
Ya biarlah. Emang medsos mah gitu tempatnya.
Pokoknya happy today, semoga hari ini dan hari esok penuh berkah. Aamiin.











Sabtu, 31 Oktober 2015

EDISI TUKANG BANGUNAN

Aku yang membangun benteng itu, saat itu aku sadar, suatu ketika ada masa aku trlempar keluar dan tak bisa melihat kedalam. Apakah aku menyesal? Tidak. Aku sudah memiliki kenangan pernah tinggal didalamnya dan itu cukup.

Jumat, 05 Desember 2014

MACET

Di benakmu itu Di sorot mata mu itu Di pandangan mu itu Di teriak mu itu Segenggam asa tentang entah Segumpal harap tentang entah Lalu tertegun Lalu terdiam Terjebak macetnya lalu lintas metropolitan Terhenyak oleh harga bbm yang melambung Bila bisa pulang bila bisa menghempas lelah Entah AM20141120

Kamis, 13 November 2014

AYAH........

Ayah..aku rindu
Apa ayah brtemu mama d sana? Aku ingin kalian bersama..itulah sebabnya aku mengerti keinginan cucu2 ayah..

Ayah, aku ingin bicara. Apa ayah menangis karena ku di sana? Aku ingin brbagi cerita dan menikmati binar d mata mu saat mndengarkan kisahku.

Ayah, aku terhenti disini. Tak bisa ku lanjutkan mengelilingi dunia untuk mengumpulkan keping2 kisah buatmu. Tapi aku tau, apa pun kisahku akan selalu menarik buatmu.

Ayah, aku ingin mengucapkan Selamat hari ayah buatmu, tapi kemana harus ku tujukan?


Baiklah ayah, aku hanya bisa mengirim doa buat mu. Jangan tangisi aku ayah. Semoga ayah bersama mama saat ini menunggu ku bersimpuh.




*AM20141112

--
AMI MUSTAFA

Selasa, 30 September 2014

HAMPA

Hampa..hampa..dan hampa
Kosong..kosong..dan kosong
Nihil..nihil..dan nihil.....
Hampa.......
Kosong.......
Nihil.........
Tak ada yang bisa kutuliskan....
Tak ada...

Tapi aku ingin menuliskan sesuatu..menandai waktu..merekam jejak..
Tapi apa?? Entah.....
Ada tapi tak ada....
Lalu ku puaskan hati dengan mencorat-coret dinding dengan kuasan yang tak pasti. Mencoret sesuka hati menumpahkan isi hati. Mencoret dan terus mencoret hingga lelah. Habis nafas hingga terasa mati. Tumpah ruah segala rasa. Puas jiwa hingga lelah raga.

Hanya agar aku bisa kembali gembira. Tersenyum dan meyakinkan kalian bahwa aku baik-baik saja.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 18 Mei 2014

KANGEN

Aku rindu menyeruak gelap bersama mu. Membelah embun pagi di jalanan beraspal yang masih lelap menikmati sisa-sisa malam. Sementara jiwa-jiwa masih terlena di buaian mimpi kita bersicepat bersama angin menuju matahari.

Memacu mu dengan gairah merah jambu yang meletup dari sisi kekanak-kanakan ku. Menggoreskan kisah yang akan terpatri dalam sejarah panjang untaian roda-roda yang berputar. Sudah berapa lama kita rajut kenangan indah itu? Sudah berapa kisah yang kita ukir dalam setiap petualangan kita? Sudah berapa kilometer yang kita tempuh bermandi keringat? Sampai ketika kau mulai lelah dan aus sementara aku semakin jauh melampaui batas kesanggupan mu.

Bukan maksudku mencampakkan mu begitu saja setelah hadir dia yang lain. Maafkan aku. Tentu saja aku menyesal telah menyingkirkan mu yang sedari awal sudah membangunkan benteng kukuh di kaki ku. Tapi sesalku sedikit terobati melihatmu berdiri angkuh disana. Tampan dan sederhana. Dengan sedikit polesan yang membuatmu kembali cemerlang. Inginku menaikkan mu di tahta yang pantas. Tapi bukankah lebih baik bagimu jika kau bisa memberikan manfaat di sisa-sisa kejayaan mu.

Ketika sadelmu tak mampu lagi menopangku, ketika pedalmu tak mampu lagi mengimbangi kayuhanku, kau sendirian menatapku melaju menembus jarak di lidah jalanan berbatu. Sungguh, sebenarnya sesekali aku merindui mu, Boti.

Powered by Telkomsel BlackBerry®