Jumat, 21 Agustus 2009

Hutang cinta biar berlalu

Bukan aku yang kau inginkan. Semua ini tentang ego mu. Aku hanyalah hutang cinta yang membebani hati mu selama ini. Setelah terbayar, lunaslah sudah. Dan aku bukan lagi sesuatu atau seseorang buat mu. Hanya masa lalu yang menautkan kita, selebihnya tidak ada apa2 lagi. Tapi pernahkah trpikir oleh mu tentang hatiku yang kau pinang? Tentang bunga asa ku yang kau semai? Mungkin sebaiknya memang tak perlu ada sesuatu di antara kita. Ini semua tak kan berhasil. Banyak hal sudah berubah. Dan sebaiknya biarkan saja berlalu

Kamis, 20 Agustus 2009

Legowo

Hebat, hebat..akhirnya para elit politik berhasil menelan ego masing2 dan memberi pembelajaran demokrasi yang terpuji bagi anak bangsa. Setelah brtarung dalam pilpres dan brseteru di mahkamah konstitusi akhirnya para capres dan cawapres legowo menerima hasil putusan MK. Diawali oleh pak JK disusul oleh mr. PRO ucapan selamat mengalir ke kubu presiden terpilih. Tapi kok aku mikire yo laen yo? Menurut ku mr. Pro cuma ndak mau dituduh ndalangi ato mboncengi kasus M tobh yg menghebohkan ntu kali ye? Bahaya toh. Ah tapi itu cuma menurutku doank jhe. Insting, hehe. Bisa aja toh. Tapi ya sudah lah. Tinggal nunggu pelantikan SBY kuwh ajah lah. Smoga smua brjalan sesuai rencana. Dan jangan ada darah dan luka lagi d bumi pertiwi ini sebagai bayaran demokrasi, Amin

Minggu, 16 Agustus 2009

MAAFKAN AKU, MA

"Mah, mamah sudah lama gak nelpon umeh, sejak mamah pulang, mamah sama sekali gak nelpon umeh lg", itu isi sms anak sulung ku. Umeh yg d sebutny adalah ibu ku. Benar, sudah lama sekali aku tak menghubungi mama. Entahlah, stiap kali ingat mama, yg terbayang olehku adalah benjolan kenyal d pangkal lehernya yg smakin membesar. Aku d bayangi oleh rasa takut kehilangannya. Aku nyaris putus asa akan kesembuhannya. Aku tau mamah butuh support, tapi saat mensupportnya aku justru d tampar oleh bayang2 ktakutan akan kehilangannya. Aku tak sanggup, bahkan membayangkannya saja membuat lambungku perih seperti trbakar. Sementara aku bimbang untuk menelponnya, mamah menunggu dalam keheranannya, kenapa aku menghilang. Maafkan aku, ma.. Aku tak sanggup datang pada mu..tapi aku slalu membawa namamu padaNya dalam stiap doa ku

Jumat, 14 Agustus 2009

BUAT SUAMI KU

Banyak hal sudah ku alami. Belasan tahun kita rajut brsama. Setelah apa yang pernah ku jalani bersama mu masih kah harus kau ragukan lagi kemana hati ku ini ingin ku labuhkan. Kau lah dermaga yang slalu ku ingin sebagai tempat ku brsandar. Belahan jiwa, wahai panutan hati, setelah ku tetapkan pilihan ku pada mu brtahun tahun lalu, masih kah kau ragukan cintaku pada mu? Berikan bahu mu untuk tempat ku melepaskan penat, dada mu untuk tempatku melepaskan tangis, tangan mu untuk ku genggam dapatkan kekuatan. Jangan suguhkan diam mu karena itu belati buat ku.

Minggu, 12 Juli 2009

HOW LUCKY I AM

anak2 memang suka bising, apalagi kalo sedang berantem, bikin rumah kotor dan berantakan. rumah jadi terasa sempit dan bawaan, ggrrrh..mau marah melulu. tapi sekarang aku bener2 sendiri. tapi ternyata toh rumah nggak jd lebih luas. perasaanku nggak jadi lebih nyaman, dan keheningan ini terasa begitu mencekik. rumah jadi terlalu rapi tapi hampa. makanan numpuk nggak ada tangan2 kecil yang berebutan melahapnya. sepi, kosong, dan hampa. alhamdulilah, puji tuhan, aku bisa ngerasain hal ini hingga aku bisa nyukurin semua yang pernah kami alami. suka, duka, gelak tawa, teriakan, perselisihan kecil. ternyata, betapa beruntungnya aku selama ini

Selasa, 23 Juni 2009

ASA DIAMON

Aku ingat waktu itu umurnya baru 4 bulan, wajahnya bulat dan putih brkilau. Kami memanggilnya si bulat. Paling sulit berinteraksi dengan orang lain, padahal semua orang gemas ingin menggendongnya. Beda dengan sekarang, di usia ke 5 nya asa begitu ramah dan sangat supel. Mudah brteman dan sangat suka brpose. Asa bukan si bulat yang dulu lagi.

Senin, 22 Juni 2009

HUTANG YANG TAK KAN PERNAH TERBAYAR

Aku menatap tubuh brmandi peluh yang liat brkilat hitam trbakar matahari. Matanya tajam seperti mata elang, menatap menerawang ke hamparan pasir bekas galian tambang yang membentang di hadapannya. "terpaksa, pak" itulah jawabnya ketika ku tanya mengapa dia berakhir di tambang timah ini, bergelut dengan lumpur dibawah terik matahari. Padahal fakih dikenal sebagai murid yang cerdas, terakhir kabarnya dia sempat d terima sebagai siswa di SMU Unggulan di Sungailiat. "ngape ka dak melanjut ke SMU?" tanyaku. "memang ku lah diterima di SMU Unggulan tu, tp cemane men ternyata ku dak lulus UN" katanya. Ada nada pasrah dan tak berdaya dalam suaranya. "mase ge? Kau kan siswa terbaik d sekolah ka? Bukti e lulus test masuk SMU Unggulan?" fakih hanya angkat bahu. "dak tau kisah pak. Ngape pacak macem tu. Begitu tau ku dak lulus, ayah kena serangan jantung lalu meninggal sebulan kemudian. Terpaksa ku ngurus adik2 ku. Tulah ku dak acak melanjut agik sekolah" . Tiba2 saja aku merasa seluruh tubuhku lemas. Dengan gontai, tanpa menoleh lagi aku melangkah pulang. Aku terduduk diberanda, pikiran ku melayang ke masa 5th yang lalu. Kala itu aku masih bertugas di dinas pendidikan. Tugasku kala itu adalah mendata nilai hasil ujian siswa SMP. Aku ingat saat itu aku lembur hingga larut malam. Karena lelah dan mengantuk tanpa sengaja aku salah menulis hasil nilai untuk M. Fakih yang akhirnya menyebabkannya tidak lulus. Waktu itu aku begitu kerdil untuk mengakui kesalahan dan kelalaianku. Aku tidak pernah membayangkan akibatnya akan seperti ini. Bunga bangsa yang gemilang itu berakhir d lubang camui penambangan timah. Tadinya ku kira semua akan baik2 saja karena ayah fakih termasuk orang berada yang pasti akan bisa mengatasi semuanya. Itulah yg membuatku bungkam saat itu. Tak dinyana, hanya karena lalai sedikit aku sudah membunuh masa depan seorang bunga bangsa. Aku berhutang sesuatu yg tak kan pernah bisa ku bayar pada fakih.