Rabu, 09 Mei 2012
THE LEGEND
Sabtu, 21 April 2012
HARI IBU-Mu
Sabar ya, sobat... Aku tau apa yang kau rasa saat ini. Saat dimana seolah langit runtuh menimpa mu. Saat dimana kau tak bisa berfikir, tak bisa melihat, tak bisa mendengar, tak bisa bicara, tak bisa mencium dan tak bisa merespon. Saat2 seperti yang pernah ku rasa kala itu.
Semoga Ibu mu mndapat ampunan atas sgala dosa, di terima sgala amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya ditempatkan d tempat terbaik disisiNya. Seperti halnya Ibu ku.
Maafkan aku tak berada didekatmu saat ini. Hanya do'a yg bisa ku panjatkan... Semoga Allah mengabulkan.. Amiin..
*dedicate to Supriatno, Spd*
Jumat, 20 April 2012
Permintaan lebih pada Mu
Mereka yang bijak sudah bisa mengambil pelajaran dari peran yang ku pentaskan untuk Mu. Selesaikan disini, Tuan. Aku khawatir para pemirsa akan bosan dengan skenario yang dipanjang-panjang kan dengan paksa dan pada akhirnya keluar dari konteks pembelajaran. Ini mungkin sudah waktunya menarik sebuah conclusion, bahwa hidup itu tak mudah untuk mencapai Mu.
Ayolah, Tuan...sudah waktunya kisah ini di tamatkan dan diganti dengan skenario lain. Bukan....bukan...sama sekali bukan karena aku lelah memainkan lakon ini. Tapi hanya karna lakon ini sudah trlalu panjang dan melebar kemana mana.
Tapi aku percaya saja padaMu. Jika Kau bilang masih bisa diurai maka aku akan dengan senang hati melakoninya. Aku percaya saja padaMu, Tuan.
Bukankah lakon yang paling indah dan luar biasa adalah lakon yang Kau ijinkan,...!! Aku trsanjung, telah terpilih menjadi pemerannya.
Hanya saja, bolehkah aku sedikit meminta kenaikan gaji, Tuan??? Beri aku tambahan kekuatan dan kesabaran. Tidak banyak, bukan???? Tapi aku meminta lebih...lebih dari biasanya...
Rabu, 11 April 2012
GEMPA SIMEULUE
Selasa, 10 April 2012
AIR MATA KALBU
Minggu, 18 Maret 2012
TELUK KILUAN TRIP
Dengan mengendarai ojek motor selama 10 menit sampai lah aku d gerbang masuk Teluk Kiluan, Klumbayan Kabupaten Tanggamus. Jalan yang tadi menanjak sekarang menurun cukup tajam. Di area ini sudah terlihat Teluk Kiluan yang indah. Tak lama kemudian masuk ke perkampungan penduduk. Ada komunitas Bali disini melihat ada beberapa Pura dan tmpat pemujaan yang trdapat d halaman rumah penduduk.
Selain Balinese ada Sundanese dan Lampungnese. Tiba d area pantai aku masih belum bergeming walau dari tadi kamera sudah on dan take sana sini. Indah. Lautnya memang indah. Di kurung bukit-bukit hijau teluk ini jadi serupa kolam mandi para bidadari. Tapi bukan hanya keindahan ini yang menarik, dengan menyewa perahu nelayan seharga Rp. 250.000 wisatawan bisa melihat kawanan lumba-lumba d tengah laut. Kalau tidak ketengah jangan harap. Bagi wisatawan yang mau menginap juga ada penginapan, rumah panggung sederhana dari papan yang terletak di pinggir pantai. Tapi kabarnya sih rumah-rumah penduduk juga bisa disewa. Karena fasilitas penginapan disana masih kurang jadi tarifnya agak mahal. Kalo mau murah mah bawa tenda aja..hihii, ato kayak saya, namu dirumah keluarga..hehe
Duduk termenung di bebatuan. Ku tebar pandangan. Biasa saja. Hati ku masih datar. Iseng kulangkahkan kaki setapak demi setapak d batu-batu besar d pinggir pantai. Ku ikuti seorang remaja yang menyusuri pinggir bukit untuk menyebrang ke tempat batu batu besar yang berbentuk indah seolah dipahat seperti dinding Pura. Turun lagi menyebrangi air yang saaangat jernih. Ombak berkejar-kejaran menjilati betis ku. Tiba-tiba gemuruh ombak memecah dinding batu. Percikannya membasahi ku. Aku memekik dan tertawa lepas gembira. Terlupa sudah kelelahan jiwa. Bercanda dengan ombak dan mengambil beberapa gambar. Teringat si Empu Gondring dan komunitas photografer-nya. Wah, d tangan mereka obyek disini bisa jadi lebih indah.
Aku tak menyangka bisa sebahagia ini dalam kesendirian dan sepi. Tiba-tiba saja hatiku yang kosong menjadi penuh oleh luapan rasa cinta dan sayang. Benar, tempat ini menghidupkan kembali sisi romantisme ku. Kembali dari photo spot aku duduk-duduk d bawah rindang pohon. Sudah ada beberapa keluarga yang menggelar tikar disana. Menghidupkan api untuk membakar ikan. Sebuah sampan kecil terayun-ayun menggelinjang digelitik ombak. Aku menghampirinya dan menimbang-nimbang segi keamanannya. Setelah yakin aman aku melangkah menaikinya. Mula-mula sedikit ragu dan takut tak bisa mengendalikan. Tapi lama-lama asyik juga. Ku dayung pelan-pelan. Hanya di pinggir karena kalau jauh ombaknya besar. Bisa terjungkal nanti saya, bah. Lagi-lagi aku terpekik dan tergelak ketika ombak mengalun menghantam sampan. Riangnya hati ku. Andai ada kamu teman ku berbagi keindahan ini pasti lebih lengkap lagi. Kiluan trip yang ku pikir akan menjemukan ternyata membuatku jadi lebih hidup.
Thanks God..Alhamdulillahirobbil'alamiiinnn...
Sabtu, 03 Maret 2012
SEPEDA BARENG KE AIR TERJUN SADAP
Widih, track-nya asyik punya cuy. Beda banget kalo lewat jalan raya. Sepanjang Kulur-Belimbing sih jalan aspal, tapi lepas dari Belimbing melalui jalan tanah merah. Nggak rata-rata amat, kadang ada juga jalan yang terbelah karna aliran air, ada becekan, tanjakan dan turunan. View di kiri kanan jalan banyak pepohonan karet dan semak belukar. Begitu mendekati dusun Sadap terhampar lah pemandangan hijau bukit Pading yang masih berembun.
Pas di tanjakan terakhir yang agak panjang, pak Bupati minta jeda untuk istirahat sejenak sambil photo-photo untuk kalender katanya. Cie-cieee...daku bakal ikut jadi model kalender donk, gaya ahhh.
Hanya tinggal 3 km lagi menuju lokasi finish. Ku kira kami bakal sandar di dusun Sadap di kaki bukit Pading, ternyata kita malah berakhir di markas Bangkanesia. Masih kurang jelas sih aku apa itu Bangkanesia. Yang jelas kegiatan personelnya adalah di bidang lingkungan.
Markas Bangkanesia ini terletak di sebuah lapangan hijau terpencil di kaki bukit Pading. Sejuk dan luas. Ada sebuah gazebo tempat duduk duduk di pinggir lapangan ini. Dan beberapa tenda putih yang berfungsi sebagai kantor, tempat tidur, tempat logistik dan tempat fitness Bangkanesia. Di tempat lain di luar lapangan ada kandang-kandang hewan seperti angsa dan ular saba. Di sisi lain dekat bukit ada tempat-tempat pembibitan tanaman.
Di Bangkanesia para biker disuguhi singkong, kacang dan pisang rebus hasil dari perkebunan Bangkasnesia sendiri. Ada bubur kacang hijau, jagung manis panggang, bandrek dan kopi.
Usai menikmati makanan ringan jeda diisi dengan bincang-bincang ringan dan karaoke. Lalu disusul makan siang. Setelah makan siang Pak Kapolres duluan pamit pulang. Biker yang lain masih sibuk jeprat jepret narsis dengan background bukit Pading yang makin cerah .
Karena Pak Bupati mau jum'atan di dusun Sadap dan sudah dekat jam 11.00 akhirnya kita bergegas packing sepeda di mobil lalu beranjak pulang.
Perjalanan pulang dengan mobil tentu saja berbeda sekali dengan saat berangkat tadi. Matahari sudah semakin terik menggigit. Badan letih tapi tentu saja so much fun. Semoga akan ada event lain agar komunitas sepeda di Koba semakin eksis.

