Rabu, 09 Mei 2012

THE LEGEND

Lagi tergila-gila sama serial drama Korea yg judulnya : The Legend.
Ini film lama sih, sekitar tahun 2008. Tapi, aduh, itu aktor utamanya, Bae Yong Jun, bikin akyu jatuh cinta setengah mati, ganteng, bijaksana, dingin, keras tapi hangat dan berhati lembut. Waaaahhh....kemana yah cari DVD film ini? Pengen deh ngoleksinya.

Sementara ini sih aku nonton di LBS TV Drama, setelah browsing cari jualan DVD online kesana kemari aku malah dapet sinopsisnya dari blog nasi kucing (ssstt, ijin copas yah) begini nih kira-kira, udah ku edit sesuaikan dengan yg ku tonton d tv :

"Bercerita tentang Hwan Woong, seorang dewa yang diturunkan ke bumi untuk membebaskan anak manusia dari perang dan penderitaan yang berkepanjangan karenanya. Hwan Woong diberkati dengan tiga penjaga langit yaitu Baek Ho (harimau putih), Hyun Moe (kura-kura), dan Chung Ryong (naga biru). Meskipun misinya di bumi telah berhasil, namun bangsa harimau yang memuja api masih terus melakukan penyerangan dan membunuh bangsa lain yang tidak mengakui kekuasaan mereka. Bangsa beruang adalah yang paling sering terlibat dengan bangsa harimau ini. Sae oh, pemimpin bangsa beruang merupakan wanita yang lembut hatinya dan sering meneteskan air mata setiapkali melihat penderitaan rakyatnya. Hwan Woong yang menyaksikan ini diam-diam mulai jatuh hati padanya. Dengan mengabaikan perbedaan antara dewa dan manusia, Hwan Woong pun menikahi Sae oh. 

Sementara itu, Kajin, seorang wanita perwakilan dewi api dari bangsa harimau yang telah beberapa kali dikalahkan oleh Hwan Woong juga telah menaruh hati pada sang dewa. Dengan mengkhianati bangsanya dan ingin bertaubat, Kajin bermaksud menemui Hwan Woong dan ingin selamanya hidup di sisinya. Tapi takdir yang disuratkan oleh langit berkata lain. Kajin malah melihat dengan mata kepalanya sendiri kemesraan Hwan woong dan Sae jeoh yang menjadikannya sangat marah dan ingin menuntut dendam. Terlebih kekuatan dewi api yang telah dititiskan kepadanya telah dikunci oleh Hwan woong di dalam hati Joo Jak (phoenix). Kajin pun menunggu saat yang tepat dan kemudian melancarkan serangan terhadap bangsa harimau. 

Pada saat penyerangan inilah anak Hwan woong dan Sae jeoh dilahirkan. Kajin mencuri bayi tersebut dan mengancam akan membunuhnya apabila Hwan woong tidak datang kepadanya dan menyerahkan dirinya. Namun naluri ibu Sae jeoh lebih kental daripada kesakitan dan kesulitan yang dialaminya. Sae jeoh mengejar Kajin dan ketika Kajin mengancam dengan melemparkanbayi tersebut ke dalam jurang, Sae yeoh yang menyimpan hati Joo jak sebagai pemberian Hwan woong padanya tanpa terkontrol lagi berubah menjadi burung phoenix yang sangat marah. 

Ketika Hwan woong datang sang phoenix telah membakar hampir separuh bagian bumi. Hwan woong mengutus ketiga penjaga langit untuk mengalahkan phoenix. Namun kemarahan phoenix yang murka tak dapat ditaklukkan dengan mudah. Hwan woong sendiri yang akhirnya harus membunuh phoenix untuk penyudahi kehancuran bumi. 

Setelah kejadian itu, keempat penjaga langit dibekukan Hwan woong menjadi empat benda keramat. Hwan woong berjanji bahwa keempat benda tersebut suatu hari akan terbangun apabila raja Jooshin yang merupakan keturunanya dilahirkan kembali ke bumi. Hwan woong pun kembali ke langit karena menganggap dirinya telah gagal. 

Dua ribu tahun kemudian bintang Jooshin bersinar dengan sangat terang. Di setiap penjuru bumi yang mengetahui bintang tersebut adalah pertanda kelahiran raja Jooshin bertanya-tanya siapa dan dari mana bayi tersebut akan berasal. Sementara itu keturunan bangsa harimau pemuja api yang dikenal dengan bangsa Hwacun mulai mencari tanda-tanda kebangkitan empat penjaga langit yang dimaksud. Mereka mempercayai bahwa dengan menguasai keempat benda langit tersebut maka mereka dapat menguasai dunia seperti dahulu nenek moyang mereka berhasil menguasai dunia. Bangsa GhulMo yang merupakan keturunan bangsa Hyeon (bangsa yang berhasil dibentuk Hwan woong ketika di bumi) juga berusaha mencari keempat benda langit tersebut dan bayi yang lahir di bawah bintang Jooshin. 

Kerusuhan tak terelakkan terjadi. Di kala bintang Jooshin bersinar dengan sangat terang dan keempat benda langit tersebut terbangun, lahirlah seorang bayi di tengah hutan belantara. Sementara itu di kala bintangJooshin meredup, seorang bayi yang merupakan anak Yon Garyo (saudara raja Goguryeo) juga dilahirkan. 

Beberapa tahun kemudian, ketika raja Goguryeo akan mangkat, sang raja memanggil kembali saudara kandungnya yang telah diasingkan di luar istana. Betapa terkejutnya seluruh kabinet dan para bangsawan istana ketika sang raja mengangkat adiknya ini menjadi raja, padahal Yon Garyo juga memiliki hak yang sama sebagai saudara raja. Sang raja sebelum menghembuskan nafas terakhirnya juga berpesan kepada Damduk, putra adiknya tersebut, untuk dapat menyatukan kembali negeri ini dan menjadi raja Jooshin. 

Karena titah raja adalah kehendak langit, ayah Damduk pun tetap dinobatkan sebagai raja. Meski banyak pihak yang tak setuju bahkan kekuatan terbesar dalam istana berusaha meracuninya, kebijaksanaan Damduk dan dukungan para pengawal raja berhasil membekuk pelaku tersebut. Namun ternyata makar dalam istana belum berakhir malah baru akan dimulakan. 

Di sisi lain, bangsa Hwacun yang pada saat kelahiran raja Jooshin berhasil mendapatkan hati Joo jak, berhasil memasukkan Kiha, walinya ke dalam istana untuk dididik sebagai tang sheng (pendeta istana) agar selalu dekat dengan raja Joo shin. Pada saat itu rumor yang beredar mengatakan bahwa Ho Gae, putra dari Yon Garyo lah keturunan raja Joo shin yang kelak akan menyatukan negeri-negeri di bawah Goguryo.

Ki Ha selama pendidikannya di dalam kuil istana, sejak beberapa kali bertemu tak sengaja dengan Damduk, bahkan membantunya menyembuhkan sang raja dari racun, menjalin persahabatan dengan putra mahkota tersebut. Sementara itu Ho Gae pula telah jatuh hati pada Ki Ha sejak pertama bertemu dengan gadis manis tersebut. Garis nasib Damduk, Ki Ha dan Ho Gae berikutnya menjadi sangat rumit. Ketika Ki Ha, gadis yang paling dipercayai Damduk harus berbalik mengkhianatinya dengan Ho Gae yang dipenuhi hasrat dendam membara ikut menyerang Damduk secara frontal, Damduk pun sempat menjadi burunon kerajaan bahkan para pengawal pribadi yang diutus ayahnya sempat memintanya untuk bunuh diri demi kesejahteraan rakyat Goguryo. Dalam keadaan-keadaan sulit inilah Damduk selalu ditemani oleh Soojini, seorang murid GhulMo yang sejatinya adalah titisan Sae jeoh. 

Dengan kebijaksanaan, kecerdikan, dan kemurahan hatinya, Damduk berhasil kembali ke dalam istana dan menjadi raja Goguryeo. Tentu saja usaha Yon Garyo tidak berhenti begitu saja. Kebangkitan dua benda langit ketika Damduk berada dalam bahaya dan dalam kemarahan yang teramat sangat tidak cukup menjadi bukti baginya bahwa Damduk lah keturunan raja Jooshin yang dimaksud. Dengan bekerja sama dengan pendeta Hwacun, Yon Garyo yang berambisi menjadikan anaknya Ho Gae sebagai raja Goguryeo pun melakukan segala kelicikan bahkan terang-terangan mengkhianati rajanya, Damduk. 

Intrik dan konflik bertebaran di sepanjang serial ini. Bagaimana cara menjatuhkan lawan, menguasainya dan menjadi pemenang atas peperangan baik fisik maupun politik dilakoni oleh Damduk. Dengan kecermatannya, Damduk berhasil memperluas kerajaan Goguryeo dan menjalin persahabatan dengan beberapa negara tetangga. Namun pendeta Hwacun yang terus merongrong Damduk karena menginginkan kekuasaan mutlak atas seluruh bumi yang hanya bisa didapat dengan kekuatan langit melalui keempat benda keramat tadi, tak kan berhenti sampai mendapatkan jantung Damduk sebagai kunci pembuka kekuatan langit yang dimaksud. Lantas bagaimanakah cara Damduk sang raja Jooshin mengalahkan pendeta Hwacun yang tak abadi ini serta apakah sang pendeta sendiri berhasil membuka kekuatan langit dengan jantung Damduk?

__________________________________nonton film-nya lebih asyikk :D________________________


Iya sih, nonton film-nya jauh lebih asyik. Tapi kadang pas film-nya gak diputer lagi jadi sering kangen gitu. Makanya aku bela-belain copy sinopsisnya dari situs koh Andi  terus ku jadiin koleksi bacaan ku deh. Kerennya sinopsis yang dibuat koh Andi ini lengkap banget. Mirip novel bukan ringkasan film. Jadi kalo baca sinopsisnya sama seperti nonton aja. Seru pokoknya.



Sabtu, 21 April 2012

HARI IBU-Mu

Ketika semua penulis menerbitkan artikel tentang hari Ibu, teman ku justru kehilangan Ibu-nya. Hari yang sangat berat. Bagaimana tidak, bertahun-tahun mendatang, d hari yang sama, d saat smua orang memperingati hari Ibu, Ia justru tertampar-tampar oleh lukanya pada hari ini.

Sabar ya, sobat... Aku tau apa yang kau rasa saat ini. Saat dimana seolah langit runtuh menimpa mu. Saat dimana kau tak bisa berfikir, tak bisa melihat, tak bisa mendengar, tak bisa bicara, tak bisa mencium dan tak bisa merespon. Saat2 seperti yang pernah ku rasa kala itu.

Semoga Ibu mu mndapat ampunan atas sgala dosa, di terima sgala amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya ditempatkan d tempat terbaik disisiNya. Seperti halnya Ibu ku.

Maafkan aku tak berada didekatmu saat ini. Hanya do'a yg bisa ku panjatkan... Semoga Allah mengabulkan.. Amiin..

*dedicate to Supriatno, Spd*

Jumat, 20 April 2012

Permintaan lebih pada Mu

Ini adalah episode terberat yg sudah ku jalani. Tolong hentikan sampai disini, Tuan,,, para penonton sudah mengerti dan bisa mengambil kesimpulan bahwa hidup yang Kau berikan tidaklah mudah.

Mereka yang bijak sudah bisa mengambil pelajaran dari peran yang ku pentaskan untuk Mu. Selesaikan disini, Tuan. Aku khawatir para pemirsa akan bosan dengan skenario yang dipanjang-panjang kan dengan paksa dan pada akhirnya keluar dari konteks pembelajaran. Ini mungkin sudah waktunya menarik sebuah conclusion, bahwa hidup itu tak mudah untuk mencapai Mu.

Ayolah, Tuan...sudah waktunya kisah ini di tamatkan dan diganti dengan skenario lain. Bukan....bukan...sama sekali bukan karena aku lelah memainkan lakon ini. Tapi hanya karna lakon ini sudah trlalu panjang dan melebar kemana mana.

Tapi aku percaya saja padaMu. Jika Kau bilang masih bisa diurai maka aku akan dengan senang hati melakoninya. Aku percaya saja padaMu, Tuan.

Bukankah lakon yang paling indah dan luar biasa adalah lakon yang Kau ijinkan,...!! Aku trsanjung, telah terpilih menjadi pemerannya.

Hanya saja, bolehkah aku sedikit meminta kenaikan gaji, Tuan??? Beri aku tambahan kekuatan dan kesabaran. Tidak banyak, bukan???? Tapi aku meminta lebih...lebih dari biasanya...

Rabu, 11 April 2012

GEMPA SIMEULUE

Aceh gempa lagi. Tepatnya d Simeulue. 8,5...dan brpotensi tsunami. Saat ini hampir smua stasiun tv sedang menginfo berita duka ini. Kalau liat di layar kaca sih kelihatannya enggak trlalu parah. Tapi sudah pasti bikin warga panik stengah mati dan berhamburan keluar gedung. Ya Allah, seperti apa perasaan mereka saat ini? Dan saudara ku Ade dan keluarganya apa kabar?? Semoga kalian baik-baik aja.
Hikss...jadi ingat peristiwa 2004. Saat itu aku sedang liburan di Bekasi. Berenang di taman kota. Pas liat berita di tv, langsung mematung dan gak mood berenang lagi. Sampai sekarang stiap ada kilas balik di tv tentang peristiwa itu pasti hati ku bergetar dan berlinang air mata. Perasaan ku langsung kacau balau. Sekarang aja nulis blog sambil meringis-ringis mnahan air mata.
Ya Tuhaaannn...apa ini? Cobaan kah? Atau hukuman? Selamatkan saudara2 ku, Tuhan. Kuatkan mereka...Amiinnn...
*Belum berani liat layar kaca, nguping berita aja dari dapur,..hikss*

Selasa, 10 April 2012

AIR MATA KALBU

Bukannya aku sok tau dengan apa yang kau rasa saat ini, teman. Aku tau, aku betul-betul tau bagaimana rasanya. Bukan dari buku, bukan meraba-raba. Tapi karena aku juga pernah mengalaminya. Dan saat itu juga aku bersikap seperti mu, menuduh tak seorang pun tau apa yang ku rasakan.

Kau memang tak pernah melihat air mata ku, teman. Bukannya aku tak pernah menangis. Sebagai perempuan biasa aku juga butuh menangis. Hanya saja aku tidak menangis di depan setiap orang dan di setiap waktu. Bukan pula ku sembunyikan air mata ku ini. Benar jika seringkali air mata ku mengalir bukan membasahi pipi, tapi membanjiri kalbu ku.

Tapi hidup terlalu indah untuk dihabiskan dengan bersedih dan berputus asa, teman. Sedang bersedih dan berputus asa adalah sebuah pilihan. Aku memutuskan untuk tidak memilihnya, teman. Tidak lagi. Kau akan melakukan hal yang sama??

Jika iya, mari kita tersenyum, tertawa dan bergembira. Bersama angin, bersama air, bersama ombak, bersama matahari dan bersama sunyi.
Cheers up! Let's dance with the wind


Minggu, 18 Maret 2012

TELUK KILUAN TRIP

Teluk Kiluan dari jauh



Teluk Kiluan kian populer akhir-akhir ini. Memang tempatnya indah tapi yang membuatnya populer adalah adanya komuni ikan lumba-lumba yang menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Tadi malam aku menginap di rumah Paman di Bawang, 7 km dari Kiluan. Akses jalan aspalnya cukup bagus walau agak kasar. Agak sempit tapi karena arus lalu lintasnya sepi jadi tidak terlalu menyulitkan. Sepanjang jalan terhampar sawah dengan background bukit2 hijau yang sedap dipandang mata dan padi menguning yang mulai merunduk. Sebagian petani sedang sibuk memanen. Dari jalan datar kemudian memasuki area yang lebih tinggi. Dan cukup tinggi untuk mendapatkan landscape yang cantik bagi yang suka memotret.

Dengan mengendarai ojek motor selama 10 menit sampai lah aku d gerbang masuk Teluk Kiluan, Klumbayan Kabupaten Tanggamus. Jalan yang tadi menanjak sekarang menurun cukup tajam. Di area ini sudah terlihat Teluk Kiluan yang indah. Tak lama kemudian masuk ke perkampungan penduduk. Ada komunitas Bali disini melihat ada beberapa Pura dan tmpat pemujaan yang trdapat d halaman rumah penduduk.

Selain Balinese ada Sundanese dan Lampungnese. Tiba d area pantai aku masih belum bergeming walau dari tadi kamera sudah on dan take sana sini. Indah. Lautnya memang indah. Di kurung bukit-bukit hijau teluk ini jadi serupa kolam mandi para bidadari. Tapi bukan hanya keindahan ini yang menarik, dengan menyewa perahu nelayan seharga Rp. 250.000 wisatawan bisa melihat kawanan lumba-lumba d tengah laut. Kalau tidak ketengah jangan harap. Bagi wisatawan yang mau menginap juga ada penginapan, rumah panggung sederhana dari papan yang terletak di pinggir pantai. Tapi kabarnya sih rumah-rumah penduduk juga bisa disewa. Karena fasilitas penginapan disana masih kurang jadi tarifnya agak mahal. Kalo mau murah mah bawa tenda aja..hihii, ato kayak saya, namu dirumah keluarga..hehe

Duduk termenung di bebatuan. Ku tebar pandangan. Biasa saja. Hati ku masih datar. Iseng kulangkahkan kaki setapak demi setapak d batu-batu besar d pinggir pantai. Ku ikuti seorang remaja yang menyusuri pinggir bukit untuk menyebrang ke tempat batu batu besar yang berbentuk indah seolah dipahat seperti dinding Pura. Turun lagi menyebrangi air yang saaangat jernih. Ombak berkejar-kejaran menjilati betis ku. Tiba-tiba gemuruh ombak memecah dinding batu. Percikannya membasahi ku. Aku memekik dan tertawa lepas gembira. Terlupa sudah kelelahan jiwa. Bercanda dengan ombak dan mengambil beberapa gambar. Teringat si Empu Gondring dan komunitas photografer-nya. Wah, d tangan mereka obyek disini bisa jadi lebih indah.

Aku tak menyangka bisa sebahagia ini dalam kesendirian dan sepi. Tiba-tiba saja hatiku yang kosong menjadi penuh oleh luapan rasa cinta dan sayang. Benar, tempat ini menghidupkan kembali sisi romantisme ku. Kembali dari photo spot aku duduk-duduk d bawah rindang pohon. Sudah ada beberapa keluarga yang menggelar tikar disana. Menghidupkan api untuk membakar ikan. Sebuah sampan kecil terayun-ayun menggelinjang digelitik ombak. Aku menghampirinya dan menimbang-nimbang segi keamanannya. Setelah yakin aman aku melangkah menaikinya. Mula-mula sedikit ragu dan takut tak bisa mengendalikan. Tapi lama-lama asyik juga. Ku dayung pelan-pelan. Hanya di pinggir karena kalau jauh ombaknya besar. Bisa terjungkal nanti saya, bah. Lagi-lagi aku terpekik dan tergelak ketika ombak mengalun menghantam sampan. Riangnya hati ku. Andai ada kamu teman ku berbagi keindahan ini pasti lebih lengkap lagi. Kiluan trip yang ku pikir akan menjemukan ternyata membuatku jadi lebih hidup.

Thanks God..Alhamdulillahirobbil'alamiiinnn...

Sabtu, 03 Maret 2012

SEPEDA BARENG KE AIR TERJUN SADAP






Sadap betuuul ke Sadap. View-nya oke punya. Hari ini ada acara gowes bareng Bupati Bangka Tengah dan jajarannya ke desa Sadap. Berangkat jam 07.00 dari depan kantor Bupati sepeda d naikkan ke mobil sampai Kulur. Dari lapangan Kulur langsung menuju dusun Sadap lewat Belimbing.

Widih, track-nya asyik punya cuy. Beda banget kalo lewat jalan raya. Sepanjang Kulur-Belimbing sih jalan aspal, tapi lepas dari Belimbing melalui jalan tanah merah. Nggak rata-rata amat, kadang ada juga jalan yang terbelah karna aliran air, ada becekan, tanjakan dan turunan. View di kiri kanan jalan banyak pepohonan karet dan semak belukar. Begitu mendekati dusun Sadap terhampar lah pemandangan hijau bukit Pading yang masih berembun.

Pas di tanjakan terakhir yang agak panjang, pak Bupati minta jeda untuk istirahat sejenak sambil photo-photo untuk kalender katanya. Cie-cieee...daku bakal ikut jadi model kalender donk, gaya ahhh.

Hanya tinggal 3 km lagi menuju lokasi finish. Ku kira kami bakal sandar di dusun Sadap di kaki bukit Pading, ternyata kita malah berakhir di markas Bangkanesia. Masih kurang jelas sih aku apa itu Bangkanesia. Yang jelas kegiatan personelnya adalah di bidang lingkungan.

Markas Bangkanesia ini terletak di sebuah lapangan hijau terpencil di kaki bukit Pading. Sejuk dan luas. Ada sebuah gazebo tempat duduk duduk di pinggir lapangan ini. Dan beberapa tenda putih yang berfungsi sebagai kantor, tempat tidur, tempat logistik dan tempat fitness Bangkanesia. Di tempat lain di luar lapangan ada kandang-kandang hewan seperti angsa dan ular saba. Di sisi lain dekat bukit ada tempat-tempat pembibitan tanaman.

Di Bangkanesia para biker disuguhi singkong, kacang dan pisang rebus hasil dari perkebunan Bangkasnesia sendiri. Ada bubur kacang hijau, jagung manis panggang, bandrek dan kopi.

Usai menikmati makanan ringan jeda diisi dengan bincang-bincang ringan dan karaoke. Lalu disusul makan siang. Setelah makan siang Pak Kapolres duluan pamit pulang. Biker yang lain masih sibuk jeprat jepret narsis dengan background bukit Pading yang makin cerah .

Karena Pak Bupati mau jum'atan di dusun Sadap dan sudah dekat jam 11.00 akhirnya kita bergegas packing sepeda di mobil lalu beranjak pulang.

Perjalanan pulang dengan mobil tentu saja berbeda sekali dengan saat berangkat tadi. Matahari sudah semakin terik menggigit. Badan letih tapi tentu saja so much fun. Semoga akan ada event lain agar komunitas sepeda di Koba semakin eksis.