Jumat, 20 Maret 2009
BLOGGER SANTUN
==wapres : "blogger boleh kritik, tapi jangan hina saya== begitu bunyi potongan berita berjalan di tv one. Bener sih, para blogger suka kelewatan. Mentang2 nggak keliatan secara fisik terus nulis sembarang melupakan adab sopan santun. Pengertian bebas mengemukakan pendapatnya kebablasan. Padahal dari bahasa yang kita pakai, akan terlihat kepribadian kita. Apalagi sama pemimpin negara. Bukannya aku bermental penjilat, tapi sebagai umat beragama kita kan dianjurkan untuk menghormati pemimpin kita. Kritik boleh keras , pedas dan tajam, tapi tetap sopan dan beradab.
Kamis, 19 Maret 2009
TILANG?
Pulang dari bandara distop polisi jalan raya. Ingat2 plat mobil kami memang modif, ya jelas melanggar ketentuan. Prit..priiit..peluit nyaring disusul mobil patroli nyalip. Keluar lah pak pulisi tinggi besar nan gagah perwira. Waduh, alamat duit melayang neh, pikir pak diamon. Pas lagi nego (uih! Nego?), aku yang tinggal didalam mobil iseng nelpon teman yang tugas di polres. Bla bla bla, bla bla bla, akhirnya hp ku oper ke pak pulisi nan gagah. Tau2 urusan beres. STNK dan SIM yang ditahan dibalikin. Ditambah senyum manis dan ramah para bapak pulisi ntu. Ooh..rupanya ada aturan tak tertulis, sesama 'anggota' dilarang saling menguliti yah? Jadi sempet mikir, kalau banyak uang kena tilang, kalau banyak koneksi kena melenggang.
NO TV
Seorang ayah gelisah dengan perkembangan mental putra putrinya yang masih kanak2 karena sinetron2 yang menjual kemewahan dan kekerasan, akhirnya melakukan pelarangan bagi anak2nya untuk nonton tv. Katanya tv lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Untuk sarana hiburan dan berita, sang ayah menggantinya dengan koran dan buku. Ada bagusnya juga sih. Memang, sinetron2 sekarang menghawatirkan. Contohnya sinetron Cinta Fitri dan Melati untuk Marvel. Sesi tamparannya terlalu banyak. Seolah olah cara mengekspresi kan kemarahan itu cuma dengan tamparan. Belum lagi sinetron yang menjual mistis dan tahayul. Kesannya membodohi banget. Balik lagi ke keluarga si ayah tadi, jadi di rumah mereka itu betul2 nggak ada tv. Dan anak2nya penurut banget. Nggak pernah melanggar pesan ayah untuk nggak nonton tv, karena sang ayah memberikan pengertian yang pas tentang kenapa mereka lebih baik membaca daripada menonton. Dan yang paling aku suka, perpustakaan mininya jumbo banget untuk ukuran rumah.
Rabu, 18 Maret 2009
TO BE ME ONLY
Aku bukanlah orang yang supel2 amat dalam bergaul. Bukan juga orang yang menarik2 banget atau cantik nian hingga banyak yang ngrubuti. Pula bukan si tau segala atau yang cerdas cemerlang. Kalau aku banyak teman dan mudah bergaul dengan orang dari berbagai kalangan itu justru karena aku menempatkan diri sebagai orang yang apa adanya dan menerima orang lain apa adanya. Aku nggak pernah mempermasalahkan latar belakang seseorang ketika berteman. Aku juga nggak pernah tanya di awal tentang apa dan siapa orang yang ku ajak bicara. Dan yang jelas posisi ku begitu netral. Aku enjoy di tengah kalangan atas dan fun di tengah kalangan bawah. Jadi emangnya kenapa? Namanya juga berteman. Ya nerima apa adanya toh. Cuma orang yang berpikiran sempit yang untuk bicara sepintas aja kudu nyeleksi kayak milih calon mantu. Emang ami itu siapa? Kerjanya apa? Kok berteman dengan si A? Padahal biasanya dengan si b, atau si c. Lah, emangnya untuk berteman aku kudu jadi someone dulu? Kan cukup jadi manusia yang baik, ramah, mau mendengarkan dan komunikatif. Dan siapa pun temanku, apa dan gimana dia, yang penting aku selalu menjadi diri ku sendiri.
Minggu, 15 Maret 2009
LAYANAN PELANGGAN IM3 PAYAH
Sebal banget sama operator seluler yg gak bisa dihubungi layanan pelanggannya. Im3 contohnya. Call center 24 jam nya di nomor 300 atau yg berbayar di 100 gak pernah bisa dihubungi. Kalo telkomsel di no 116 emang susah dihubungi tapi tetap bisa. Tapi im3 di no 300 sama sekali enggak. Kesannya indosat gak peduli banget ya sama pelanggan. No voice mailnya, 355 juga payah. Kok indosat gitu sih? Arogan? Jadi kalau mau tanya2 pas ada masalah, misalnya tanya PUK atau lainnya tanya kemana dong?
MULTI NICK
Lama gak online di mobitrek, banyak ketinggalan berita :D. katanya tempoari ada user yang keteuan berkelamin ganda ya? Eh, kok kelamin ganda sih? Berperan ganda kali. Di cyber soal user punya nick banyak mah basi banget. Itu sih udah dari jaman purba juga emang gituh. Da emang gak ada yang liat fisik kita kan. Bukan karna usernya pinter acting seperti kata cimut sih, tapi ya emang kondisinya memungkinkan banget. Jangan kan di cyber, di real aja banyak. Sering amat kita denger kejadian cowok ngaku bujang waktu menikah, gak taunya di desa tetangga udah beranak pinak :D. di Yogya ngaku bernama Dimas, gak taunya di Jakarta namanya Agung. Dan masih banyak lagi kisah2 model gitu. Jadi ya biasa aja kan. Cuma kalo pas ketauan itu, yaa. Tergantung pelakonnya, kalo dia serius ngegandain identitas dan dia punya malu, ya dia malu lah. Tapi kalo dia Cuma iseng ato buat canda2 aja, yaa cuek ajaah. Makanya dimana mana juga petuah nenek yang ini selalu berlaku, “kenalilah teman mu”
Jumat, 13 Maret 2009
MAKAN MAKAAAN
"Makan gak makan yg penting kumpul." Kayaknya pepatah lama itu sudah mulai bergeser. Sekarang ini yang ada malah "kalo ngumpul mesti makan2". Ngumpul doang gak pake makan2 garing deh. Minimal makanan ringan deh. Beda teman ngumpul, beda pula makanannya. Saat ngumpul sama ibu2 komplek, yg d makan donat, tekwan ato mie ayam. Pas ngumpul sama klub senam, yg dimakan capcay ato minum jus. Ngumpul bareng hasher, makan besaaar, ikan bakar, nasi ayam, minum softdrink. Untung pas kumpul bareng klub tennis gak disuguhi bola tennis, eh bakso tennis, cuma aqua n permen doang.
Langganan:
Postingan (Atom)