Senin, 31 Mei 2010
Israel serang kapal bantuan kemanusiaan
Sabtu, 29 Mei 2010
SADAP WATERFALL
Letaknya kira-kira 45 menit perjalanan dengan mobil dari Koba, Bangka tengah. Sekitar 75 km dari Pangkal pinang. Jalan aspalnya termasuk bagus hanya setelah desa Perlang belok kanan jalan masuknya sekitar 3 km masih tanah merah, sisanya sampai ke dusun Sadap sudah aspal mulus.
Pemandangan sepanjang jalan masuk indah sekali. Kalau dilihat dari kejauhan dusun Sadap ini seperti lembah yang dikelilingi perbukitan. Ada beberapa kolong bekas galian timah yang menyerupai danau kehijaun. Sawah tadah hujan yang mulai berbuah dan perkebunan kelapa sawit.
Air terjunnya sendiri terletak 1,5 km dari perkampungan. Memang tidak terlalu tinggi. Air terjun ini dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Jadi hebatnya Sadap ditengah krisis listrik pulau Bangka mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa bergantung pada PLN. Listrik yang dihasilkan mampu mengaliri kira-kira 170 rumah yang ada di dusun ini. Memang belum gratis, karena mereka masih harus membayar petugas pengelola. Setiap rumah dikenakan biaya Rp.15.000,- per rumah dengan pemakaian standar 3 bola lampu.
Air terjun Sadap ini termasuk aset wisata Bangka tengah yang masih murni. Belum dikelola oleh pemerintah setempat. Padahal bagus juga untuk tujuan wisata alternatif selain wisata bahari, wisata religius dan wisata sejarah. Pemandangannya yang hijau, udaranya yang bersih dan sejuk ditambah masyarakatnya yang lugu sangat cocok untuk tempat melepas penat dihari libur bersama keluarga.
Minggu, 23 Mei 2010
HAPPY BIRTHDAY
Darah ibu ku tertumpah
Disela erangannya yang terpanjang
Terpekiklah tangis pertama ku
Allahuakbar, allahuakbar Laailahaillallah
Dibisikkan ayah di telinga mungil ku
Amilia Souga, dilekatkannya sebagai nama ku
36 tahun sudah
Masa kecil ceria yang indah
Masa remaja yang penuh warna
Tak terkira rahmat trcurah dari yg Esa
Di usia dewasa kini belajar memahami hidup dan kehidupan
Terima kasih Tuhan
Terima kasih Mamah
Terima kasih Ayah
Terima kasih saudara2 ku
Terima kasih anak-anak
Terima kasih teman-teman
Terima kasih to all of u
Jumat, 21 Mei 2010
KARIKATUR NABI MUHAMMAD
Lebih sebel lagi ngbayangin bakal kayak apa karikaturnya. Karikatur gitu loh, wajah Nabi Muhammad itu dilukiskan seindah-indahnya aja masih belum cukup indah untuk menggambarkan keagungannya, la ini malah karikatur lagi...ya Allah...ampuni kami, Tuhan... Semoga umat islam dapat menahan diri dari kekejian ini.
Senin, 19 April 2010
UANG RECEH KEMBALIAN SISA BELANJA
Nah, berkaitan dengan hal diatas, semalam saya belanja di sebuah supermarket. Sambil menunggu giliran bayar, saya dengan cermat memperhatikan angka-angka di monitor dan jumlah uang yang dibayar pelanggan. Ada yang belanja Rp.39.800, kasirnya bilang Rp.40.000. Dan konsumen membayar Rp.40.000. Beberapa konsumen yang nilai belanjanya seharusnya masih dapat kembalian dibawah Rp.300 ternyata tidak dapat kembalian sama sekali. Sebelumnya sih seringnya diberi permen, mungkin karena adanya pelarangan tadi jadi malah gak dapat sama sekali. Pas tiba giliran saya bayar Rp.19.900 si kasir bilang 20rb. Saya tanya, "kok 20rb, mbak?" si kasir dengan santai jawab: "iya bu, dibulatkan". Huikz! Kontan aja sifat jahil dan ngeyel saya kumat. Saya bilang dengan tak kalah santai, "mbak, kembalian dengan permen aja sekarang dilarang, lho. Apalagi sistem pembulatan seperti yang mbak lakukan". Si kasir tersenyum masem. Langsung aja saya tambahi lagi, "kalau saya mau komplain, managernya di sebelah mana?". Wah, baru deh si kasirnya ngeh kalau saya serius. Dia bilang managernya cuma ada di pagi hari. Saya tersenyum dan bilang, " akan saya lakukan lain kali". Dan, huff..saya diberi kembalian Rp.500,- mungkin si kasir mikir, ni ibu-ibu peritungan banget, kikir, gitu kali ya. Eh, bodo amat. Ini bukan masalah uang seratus rupiah, tapi masalah peraturannya itu. Kalo peritel nggak mau kasih kembalian, tulis aja atuh harganya harga pas, misalnya harga Rp.19.900 jadi Rp.20.000 kan gampang. Jujur dan nggak menipu. Masalahnya kebanyakan konsumen cuek aja, atau malah gak berdaya gitu ya menghadapi peritel yang model begini. Padahal kalau dipikir-pikir larinya keuntungan itu kemana jadi sebel juga. Iya kalo keuntungan dari uang kembalian itu dibagi diantara para karyawan atau minimal para kasir, enak juga. Kalau masuk ke kocek pemilik ritel, uih sebel dah, udah kaya tambah kaya aja tuh. Dari pada bikin kaya peritel pan mending recehnya dikasih ke pengamen kek, kotak amal masjid kek, atau dikumpulin biar jadi segudang kayak koin gober bebek.
Minggu, 21 Maret 2010
TAKDIR
Kita tak pernah sehati, tak pernah sejalan. Takdir bersama saja yang membuat kita akhirnya saling melengkapi dan saling beriring. Kekuatan cinta akhirnya membuat kita tetap bertahan dalam jangka waktu yang lama. Tapi banyak hal sudah merubahku, itu memang benar, tuan. Bukan karna aku tak mencintai mu lagi. Andai saja tuan mau lebih introspeksi diri, jawabannya tak pernah jauh.
Jangan pergi, pulanglah, tuan. Apa pun dan bagaimana pun keadaannya, aku tak bisa tanpa mu. Kita sudah mengalami ini berkali kali. Kita akan melaluinya juga kali ini, bukan? Mari kita hadapi lagi aral ini. Menjalani takdir kita.
Kamis, 11 Februari 2010
CERAI
Rasanya baru kemarin ikrar janji setia itu digemakan di antero negeri. Berjanji untuk bersama mengarungi bahtera duduk di tampuk kuasa. Tapi entah kenapa tiba tiba semua berubah. Yang satu merasa didzalimi sementara yang lain merasa dikhianati. Tak ada lagi foto terpajang saling berdampingan. Masing-masing sekarang jalan sendiri-sendiri.
Pilkada sudah dekat. Tapi genderang perang sudah sejak lama dibunyikan. Perang dingin sudah lama terjadi. Masing-masing mencari dukungan disana sini dengan cara sehalus mungkin tapi tetap saja terbaca. Di belakang layar perceraian sudah terjadi tak mungkin terelak lagi. Lihatlah di pinggir-pinggir jalan, teman. Kau akan lihat mereka sekarang tampil sendiri atau berdampingan dengan orang lain di baliho di sepanjang jalan kota. Kalau dipikir-pikir sungguh menggelikan. Atau menggenaskan?
Kenapa harus bercerai padahal waktu berpisah sudah dekat? Bukankah baik dan enak dilihat kalau mereka tetap berdampingan agar rakyak merasa tenteram. Atau memang seperti itukah para elit bersaing? Benar kata Andi Noya, tak ada persahabatan dan permusuhan yang abadi, semua bisa diatur berdasarkan kepentingan.
Nah, pemimpin daerah ku, bersainglah dengan sehat. Dapatkan kemenangan dengan jujur dan kalah tetap terhormat.