Senin, 03 September 2012

MENTOR...MEMANCING KEPITING

Hari ini punya pengalaman baru!!
Mentor. Bukan Mentor dalam bahasa indonesia yaa. Tapi Mentor atau kalau dengan logat setempat jadi Mintuur, dalam bahasa bangka tuh artinya memancing kepiting. Iyaaa...Memancing tuan Crab. Nggak pake dollar, tapi pake umpan ikan. Gimana ceritanya aku bisa nge-mintuuur??? Yuh sini, kuceritain..

Kemaren, Jumat, 30-08-12 sudah sore sekali aku dapat info kalau pak Bupati ngajak bersepeda di Pangkalpinang. Bergegas aku loading sepeda ke tempat yang sudah ditentukan, kantor pelayanan terpadu. Tinggal cari tebengan buat ke Pangkalpinang. Tunggu punya tunggu, tengah malam baru tau ada info bisa ikut mobil yang bawa sepeda. Tapi sialnya pemirsa, gara-gara mata sepet ga mau diajak bangun, daku telat bangun! Olalllaaa...di BBM driver bilang berangkat jam 05.15 sementara aku baru bangun jam 05.36...whayaaaa...ampun dah, akibat nyuekin alarm tuh. Setengah putus asa ku telpon bang driver. Wah, katanya baru mau berangkat. Dengan tunggang langgang aku berkemas. Aduh, lupain deh itu ritual pagi, pasang softlense aja gak sempat. Akhirnya dengan gerak setengah tersihir aku melesat juga dengan mobil tumpangan ke Pendopo Bupati di Pangkalan Baru, Pangkalpinang.

Sampai di Pendopo masih sepi, sodarra sodarraa...masih sempat menunaikan kebutuhan biologis dulu..hehe.. Setelah ngeteh-ngeteh sejenak kami meluncur. Rute dimulai. Lalu lintas kami sibak dengan paksa. Di samping puskesmas Pangkalan Baru kami belok. Keluar di bypass Air Itam. Masuk kawasan Pemda Air Itam, belok kiri setelah perkantoran BPK, luruuuus...tau-tau kami sudah di Sampur. Disamping taman pemakaman belok kiri, disitu sudah ada Pak Ridwan; Pemilik tambak kepiting; yang memandu kami ke tempat penangkaran kepiting miliknya dipinggir pantai.

Sesampainya di penangkaran kepiting Pak Ridwan langsung memaparkan rencananya untuk membuat taman kepiting nasional pada Pak Bupati. Sementara kami berkeliling melihat-lihat. Ketika Pak Ridwan menawari kami mancing kepiting alias mentor, dengan senang hati kami mencoba. Teman2 Pak Ridwan pun menyiapkan alat dan umpan.

narsis di tambak kepiting
Alat pancingnya itu berupa jaring kecil berbentuk lingkaran berdiameter kira2 18cm. Ditengahnya di ikatkan umpan ikan dibungkus jaring kecil, maksudnya agar tidak sampai habis dimakan kepiting jadi bisa digunakan berkali-kali. Lalu jaring lingkaran tadi diikatkan di tali dilemparkan ke bendungan berisi kepiting. Sebentar-sebentar dilihat kalau2 sudah ada kepiting yang terjebak didalamnya. Kalau ada segera angkat. Wahhh...seru pokoknya. Sebentar saja kami sudah dapat banyak, cukup untuk makan disitu. Buru-buru pak Ridwan meminta keluarganya memasak kepiting dan kami menyantapnya bersama. Hhmmm:....yummiii....kepiting fresh from the tambak...manisnya beda...

Wah, asyik ni bersepeda kek gini...sering2 aja..hihii... Selepas maksi kami lanjut bersepeda ke Batu Belubang..ayuuh ..gowes maniiing.

Selasa, 28 Agustus 2012

UPHILL & DOWNHILL GIRIMAYA & BUKIT PAUH

Akhirnya aku ga tahan untuk ga cerita sama kalian betapa berat medan yang harus ku tempuh kemarin, 25-08-12 d bukit eks Garuda Trip Itu.

Inget ya..beratnya menurut biker  yang baru pertama kali turun lapangan...
narsis bareng d bukit girimaya bersama personil PCC
Ollaa..laaaa...track Garuda yang biasa aja kalo ditulis di Koran itu brooo...ternyata bagi pemula track uphill n downhill cycler mtb alias pemula pesepeda gunung trnyata track mematikan. Artinya, kalo kamu masih pemula di area sepeda gunung, jangan remehin track ini yahh.

Aduh gila, sumpeh deh,....ini beneran track yang ga bisa dianggap sepele. Kalo kamu beneran pengen latihan jadi biker MTB eh MTB biker...ehh..ahh... (bodo ahh..terserah kbalik jugak...) ga rugi dah ikud track inih. Asli!! Sumprit deh, track ini bagus bannngggeeeddddd.....

Sesungguhnya...track ini di buat untuk acara penanda-tanganan MOU Garuda Indonesia dengan Pemkab Bateng berkenaaan dengan perpisahan Pinca Garuda Air dengan Pemkab Bangka Tengah beberapa bulan lalu. Tapi oleh beberapa komunitas cycler di daur ulang. Dengan rute yang sama tapi oleh dua bahkan tiga komunitas berbeda. Olla..laaaa...hasilnya memang ruar biasa. Apalagi bagi saya yang saat itu tidak ikut track yang sudah ditentukan.

Trail di mula dari Polygon store di Pangkalan Baru. Jalan ke arah Novotel belok kiri masuk melewati pabrik Sosro terus mengarah ke lapangan Golf Girimaya. Naik tanjakan Girimaya yang aduhai itu aku lupa oper gigi. Aduh mak, terpaksa turun di tengah jalan! Huh! Sungguh memalukan! Apa boleh buat deh. Tanpa babibu lagi langsung lanjut ngelalap turunan curam. Huh, mereka gak pake ngerem...anjrit! Langsung belok kiri dengan tajam ke jalan setapak lalu belok kanan menanjak... Aduh emak..beneran nanjak bukit. Ya ngedorong sih, bisa dimaklumi, yang laen juga maen dorong. Tapi aduh gila, tajam sekali tanjakannya. Ngos-ngosan saya. Sampai di puncak ternyata sudah ada pesepeda dari PCC, Pangkalpinang Cycling Club. Ngobrol sebentar, photo-photo dengan background lapangan golf Girimaya yang hijau. Ehh, ternyata dibelakang ku masih ada satu biker lagi yang ketinggalan dan terpucat-pucat..hihi..ternyata ada juga temen ku. All right now, perjalanan dilanjut, ini baru awal, katanya..hah??

Dihadapan ku terbentanglah turunan yang cukup curam, yang dijalani dengan kaki aja rada sulit karena licin dan berdebu. Ini kudu dI lewati pake sepeda, waw...ngeri. Tapi apa boleh buat, gak mungkin nyerahkan??? Ya hajar deh...jalan terus sampai titik darah penghabisan. Prinsipnya, klo yang laen bisa lewat berarti kita juga bisa. Hayuuhh...akhirnya dengan terbata-bata..hahahaakk..bermodalkan sepeda butut dan tenaga pas-pasan pokoknya track ini harus dituntaskan.

Yang menyebalkan sadel pake kendor lagi. Uuuh..untung yang laen sedang berhenti untuk minum. Jadi aku laporan ke yang lain dan mereka dengan sigap membantu mengencangkan sadelku. Perjalanan pun dilanjutkan. Belum berapa jauh masuk ke jalan setapak kami sudah disuguhi lagi dengan tanjakan-tanjakan dan turunan. Aduh, gila...aku bener-bener ngikutin orang-orang gila bersepeda. Mereka melesat d jalan2 sempit, berkerikil tajam, berpasir, naik turun tanpa pakai rem. Sementara aku selalu ragu-ragu dan selalu siaga rem depan belakang. Salah seorang peserta, ternyata Pak Kapolsek, jatuh di jembatan, ban sepedanya terselip sedang saat itu kecepatannya sangat tinggi. Iring2an terhenti sementara. Untungnya sih nggak apa2 cuma lecet2.

Aku sempat kehilangan arah gara-gara ketinggalan..hehe. Nyasar-nyasar dikit kayak kena check back gitu karena salah mengartikan tanda. Tapi dengan membaca bekas-bekas ban sepeda yang tertinggal dan bantuan info dari penduduk akhirnya ketemu juga.

Haduuuh...track ini bener-bener panjang. Tapi sudah tidak terlalu banyak tanjakan sih. Akhirnya kami keluar juga di area perumahan Bukit Kejora. Oh, syukurlaahh... Minum-minum sebentar lalu menyusuri aspal ke tempat start semula. Uhhhh.... Sampai di Polygon Store aku habis diledekin. Disuruh ganti sepeda atau berlatih lebih keras lagi...hahaha..semua rada berat tuh. Tapi bisa sih..pelan-pelan yaaa... Setelah makan nasi uduk dan cuci mata di Polygon Store kami loading sepeda dan pulang. Udah lupa deh kapoknya sama track tadi, perpisahan ditutup dengan pertanyaan "kapan lagi ya kita ngetrack??" hehe..dasarrr..

Kamis, 02 Agustus 2012

MENGINTIP TRANSAKSI MALAM

masih segar

sotong
Malam mulai merambat kelam. Kesunyian menyeruak. Tapi berbeda di tempat yang satu ini, ketika malam kian larut tempat pelelangan ikan desa Kurau ini malah semakin ramai. Aktifitas bongkar muatan kapal pencari ikan sudah di mulai sejak jam 20.00. Para pembeli yang rata-rata pedagang ikan dari berbagai desa sudah mulai berdatangan. Ada yang berkendaraan motor atau pun pick up sudah pasti membawa box pendingin. Kalau tidak bawa box berarti cuma pembeli rumahan untuk konsumsi sendiri.
hiruk pikuk

ketika transaksi dimulai

Sampai jam 21.30 keadaan makin ramai. Ikan-ikan sudah mulai digelar ditengah keremangan. Gelap? Iya. Itu artinya penjualan belum dimulai. Jadi jangan coba-coba tanya harga apalagi tawar-menawar kalau nggak mau dipelototin..hehe. Tunggu sampai jam 22.00 tepat. Jadi sambil nunggu mendingan liat-liat nelayan yang sedang bongkar muatan atau memilah-milah hasil tangkapan mereka. Brrr..kebayang dinginnya tangan mereka mencomoti ikan-ikan itu dari peti es. Nelayan2 ini biasanya pergi melaut selama 3-4 hari. Tinggal di dalam perahu yang kecil dan sempit dipenuhi box-box pendingin.

Kurau adalah sebuah perkampungan nelayan di kabupaten Bangka Tengah. Selain terkenal dengan tempat pelelangan ikan-nya yang paling ramai dibanding tempat lain, desa ini juga terkenal sebagai pintu masuk tempat wisata pulau Ketawai. Setiap kali melakukan perjalanan Pangkalpinang - Toboali kalian akan melewati sebuah jembatan dengan view parkiran kapal penangkap ikan atau perahu nelayan disepanjang sungai, nah, itulah Kurau.

Sedang asyik memperhatikan hiu seberat kira-kira 80kg dan sepanjang tubuh manusia dewasa tiba-tiba ada yang teriak : satu..dua..tigaaa...byarrr...listrik menyala terang benderang. Wuiiih..trnyata transaksi sudah boleh dimulai. Tapi beda sekali dengan yang ku bayangkan semula. Tadinya kupikir benar-benar akan ada pelelangan, tawar menawar seru seperti yang pernah kusaksikan di Kota Agung, Lampung. Ternyata sistemnya siapa setuju bayar dan angkat. Penjual memberi harga pas. Wah, malah gak ada tawar menawar donk. Ikannya sih beraneka ragam dan berbagai ukuran. Begitu juga harganya. Karena sudah bulan terang harga jadi agak mahal. Dan katanya sih sekarang ini ikan sedang sedikit. Biasanya lebih banyak lagi dan agak murah. Bukannya ikutan sibuk beli ikan aku malah bingung sendiri keliling-keliling liat beraneka ikan yang dipajang. Ramai sekali. Ini namanya pasar ikan. Pasar tengah malam. Transaksi gelap. Beginilah fenomena hidup nelayan dan pedagang ikan. Disaat orang lain lelap tertidur dirumah, mereka sibuk bergelut dengan amisnya bau ikan. Jadi beginilah perjalanan sang ikan untuk sampai di pasar besok pagi.

Dengan ikan Talang seberat 3kg kami pulang untuk kemudian bakar-bakar ikan didepan rumah. Hhmmm...seru.

Sabtu, 28 Juli 2012

GOWES DI UJUNG PULAU

 Rabu, 18-07-2012

Setelah kemarin ketinggalan ikut Tour d' Bangka lantaran ikut weekend camping Kobahash di Air Anyir ternyata ada satu yang masih bisa diikuti. Gowes di ujung pulau, di Tanjung Berikat bersama Pemda Bateng Cycling Community. Ikut dong.

Panas terik jam 13-00 kami loading sepeda di halaman GSG Bateng. Hanya dua APV dan beberapa mobil pribadi. Semua sudah berseragam kuning, hanya aku dan dua biker lain yang belum. Mau juga donk, biar mirip, :D. Sementara Hendra nge-loading, kami nanggepin cerita biker yang ikut Kapolda keliling 5 pulau mecahin rekor MURI. Hehe, bangga banget beliau dengan tanda peserta yang nempel di belakang sadelnya. Sudah itu lanjut ngebahas event Tour D'Bangka kemarinnya. Cerita tentang betapa liatnya otot-otot kaki para biker yang berasal dari berbagai negara itu, betapa ringan sepeda offroad mereka dan jarak 400km yg mereka lahap dalam 2 hari. Ngebayangin para biker kawakan itu bersepeda 80km/jam bikin kepala gak berhenti bergeleng. Wow deh pokonya. uhh, rugi banget kemaren gak ikut liat. hihi, liat doank.

Nah, loading sudah selesai. Waktunya meluncur ke Tanjung Berikat yang butuh waktu satu jam dari Koba. Hujan turun rintik-rintik. Tapi nggak diretak (perdulikan) tuh, cuaca bisa beda di lokasi. Betul sekali, setelah 1 jam perjalanan, sampai di Tanjung Berikat cuaca luar biasa terik. Kami kumpul dulu di balai desa Tanjung Berikat, menunggu Pak Bupati yang sedang melakukan kunjungan kerja. Di balai desa kita disambut oleh perangkat desa dan mahasiswa/i UBB yang sedang KKN. Kelihatannya sih jamuan yang disediakan itu untuk Pak Bupati deh, tapi karena beliau sedang sibuk keluar dan gak cukup waktu lagi, maka kami disuruh makan duluan. Jamuan sederhana sih, seperti singkong rebus, ubi jalar rebus dan pisang rebus. 

Nggak lama kemudian serombongan pejabat datang. Pak Erzaldi Rosman diiringi asisten-nya Pak Wahyu, Pak Camat, dan lain-lain. Pak Erzaldi sudah pake seragam PBCC (Pemda Bateng Cycling Community). Karena sudah masuk waktu Ashar beliau sholat dulu, baru kemudian kami start. Sebelum start aku sudah bisiki Pak Zainal untuk sediakan waktu photo dulu. Hehe, pan buat dokumentasi juga. Klik, photo start sudah diambil. hayuuuh..pedal dikayuh diiringi lambaian tangan para penduduk. Duh, kek yang mo pergi bertempur aja, hehe..sekilas aku dengar penduduk bilang, "eh ada yang perempuannya juga tuh satu" hihiii..

Rute yang kami tempuh pertamanya sih jalan aspal memutari balai desa. Kok pake muter sih? Ternyata kami melewati pinggir pantainya yang bagus. Dan ternyata lagi di antara kami tuh ada seorang tamu dari Bali yang sengaja datang untuk survey lokasi dan membicarakan rencana mereka mengadakan acara marathon di Bangka Tengah yang disambut sangat antusias sama Pak Bupati. Lepas dari jalan aspal kami masuk ke jalan setapak yang berpasir. Sedikit menanjak. Huh, bukan sedikit ding. Lumayan bangeeet. Apalagi tiba-tiba aja speed ku gak bisa dirubah. Akhirnya nyerah deh turun dari sepeda, huuu...malu2in.. Dandan sebentar aja bikin aku ketinggalan jauuuuhhh. Sebal sekali. Tapi ternyata bukan aku sendiri, ada juga yang trouble sama rantainya. dan satu orang yang kram kakinya.

Karena tertinggal jauh, aku jadi hilang arah. Aku memotong menuju tugu pahlawan. Oya, tugu ini tugu bersejarah. Ini dibangun untuk memperingati perlawanan para pahlawan dalam memerangi Belanda yang dulu mau masuk melalu pantai Tanjung Berikat. Ternyata aku memotong cukup banyak. Untung aku kenal lokasi ini karena dulu sekitar 2009 pernah ikut weekend camping disini. Akhirnya aku menunggu di Tugu. Ada juga 4 orang lainnya termasuk yang kram tadi. Lumayan lama kira-kira sepeminuman es lah, baru rombongan yang lain terlihat. Tapi mereka malah mengarah ke pantai. Buru-buru aku susul. Rupanya Bapak mau menunjukkan spot-spot wisata sama Pak Beni yang dari Bali itu. 

Dan di pantai itu lah perjalanan kami berakhir. Kurang beberapa kilometer dari 15 km yang direncanakan sih. Tapi sudah lumayan kok. Apalagi track aslinya emang yahud. Kata mereka sih sempat nanjak bukit segala. uiiihhh.. Setelah minum es kelapa muda dan photo-photo, kami kembali ke Koba dengan kendaraan masing-masing. Lagi-lagi Hendra kebagian nge-loading sepeda, hehe.

Kamis, 26 Juli 2012

OLEH-OLEH DARI BOGOR

Jalan-jalan pagi di Kota Bogor yang sejuk. Dari kost-an di jalan Malabar Ujung, dekat kampus D3 IPB kami naik angkot 05 ke BTM. Belum sampai BTM dekat gerbang Istana kami turun. Disana sudah ramai para komuni sepeda dan jalan santai. Sambil menikmati udara pagi kami jalan menyusuri trotoar di pinggir istana Bogor. Sesekali becanda sama rusa-rusa istana yang cute-manis. Sesekali nyobain jajanan yang ada d sepanjang jalan. Tenang aja, nggak bakalan kelaparan deh, asal bawa duit..hehe. Ada bakso tusuk, kue afe, yang rekomendid nih, enak sih. Yang laen banyak lagi, ada cimol, tahu gejrot, bakpao..de-el-el. Tukang minuman juga banyak. Yang repot kalo kebelet pipis..heheh.
ga buleh masuk semaunya :D
 
Melewati gerbang utama Istana Bogor jadi pingin masuk deh. Boleh gak ya?
Tanya sama penjaga ternyata ga buleh, harus rikwez dulu seminggu 
sebelumnya. N ga buleh pake jeans..hihiww. Lanjut aja lagi ah, nyoba 
naik andong. Tapi mahal euy, abis ga nego dulu seh di awal. Ya udah, 
mampir aja ke kebun raya bogor. Bayar tiket Rp. 9000,-
 
 
orang Bogor malah kadang gak pernah ksini :D
 
Di dalam kebun raya masih sepi. Bersih banget euy. Tapi nggak mood ah 
muter-muter. Kan luas banget tuh. Cuma mampir di museum Zoologi aja 
sekejap. Trus keluar. Pas dekat pintu 2 KRB tuh ada warung sate namanya 
PSK, Pojok sate kiloan. Beli 1/4 kg aja dah cukup kok tambah gule atau 
sop kambing yahud dah. Dagingnya empuk, kambingnya masih muda gitu.
pojok sate kiloan, sippp..dagingnya empuk
 
Kenyang nyantap kita jalan lagi. Sudah dekat ke BTM. Disana lagi ada 
hiburan jalan santai. Aduh telat info. Kalau tau mah enak ikut jalan 
bareng rame-rame gitu, seru kan. Hyaaah..gpp deh. Cuci mata aja sambil 
cari sepatu di lantai dasar. Belanja disini kudu berani nawar. Harga 
sepatunya lumayan miring. Bisa d tawar sampai lebih dari setengah harga 
yang ditawarkan. Iseng-iseng cari download-an aplikasi di lantai atas. 
Tapi olalaa..aplikasinya jadul semua..hihi.
kue Afe, wangiiii
Berikutnya ke Tajur. Sentra penjualan tas yang terkenal itu. Aduh 
busyet, emang banyak banget pilihan sih, tapi ternyata mah sama aja sama
di luaran cuy. Macetnya aja yang aduhai klo kesana pas akhir pekan. 
Iieewhh..

Ga terasa hari sudah sore. Wah, kenyang amat berkelana di belantara kota
Bogor yah. Masih belum puas mampir maning di Botani Square. 
Pulang-pulang magrib deh. Kaki rasanya dah mo patah..huhuuyy.
 

di depan istana bogor bersama rusa

bakso tusuk, enak nih..anget-anget panas
 
*catatan 10-07-2012* 

Rabu, 20 Juni 2012

WANITA PENGAMEN ITU...

Dalam bus jurusan Tegal, di Eretan, Kandanghaur, Indramayu, naiklah seorang perempuan muda berumur kira2 25-an. Di bahunya tersampir sebuah kotak sepertinya itu sound sistem. Kotak musik.  Sebentuk tas tangan terselempang di tubuhnya.

Dia membuka 'show'-nya dengan prolog singkat. Minta ijin sama kru bis dan penumpang untuk menyanyikan beberapa lagu. Kelihatan profesional sekali. Lalu dia menyalakan kotak musiknya. Aduh, ya ampuuun...keras banget. Mulailah dia menyanyikan lagu dengan logat tegal-nya yang medok. Suaranya enak. Lagunya juga enak. Setelah selesai satu lagu kembali dia menyapa audience-nya dengan gaya yang profesional sekali layaknya seorang artis penghibur. Tak seorang pun penumpang menyahuti tawarannya untuk request lagu. Mungkin mereka sibuk sms-an, inet-an, BB-an, tidur ato melamun.

Aku sendiri diam saja menatapinya tanpa membalas tawarannya. Si kondektur sempat nyeletuk request lagu yang entah apa aku tak mengerti bahasa mereka dengan jelas. Tapi aku tau ada kesan menggoda melihat air muka si wanita pengamen itu saat menyahuti si kondektur. Tapi dengan tetap bersikap profesional.

Lalu kembali dia mengutak-atik kotak musiknya dan menyanyikan lagu riang. Wah, gayanya itu, cengkok-nya itu, begitu percaya diri. Kembali ku amati perempuan itu. Lalu mulai membayangkan bagaimana kehidupannya. Bagaimana ya kira-kira? Nanti sore ketika dia pulang ke rumah, apakah akan ada anak2 yang menyambutnya riang, menyodorinya air putih dan membantu melepas kotak musiknya yang kelihatan cukup berat di pundaknya. Atau jangan2 begitu sampai rumah dalam keadaan lelah dia malah disambut oleh omelan suami dan keadaan rumah yang berantakan. Atau...ahh...malas memikirkan hidup orang lain sementara hidupku sendiri cukup berat.

Tapi lumayanlah itung-itung menghabiskan waktu dalam perjalanan panjang yang membosankan ini. Dengan sopan aku minta ijin untuk mengambil photonya. Dia mengangguk. Klik.

Dua lagu sudah berlalu. Ku lihat keningnya basah berkeringat. Dia menyetel lagu pengiring dan minta dengan sopan agar penumpang bersedia menyisihkan recehannya. Lagi-lagi, profesional sekali. Sampai2 aku berpikir mengira-ngira berapa lama sudah dia menjalani profesi ini. Ketika dia lewat di depanku kusodori dia selembar 2000-an sambil berkata "ini untuk nyanyinya" lalu ku masukkan lagi ke kantong plastik bekas permen yang sudah kumal itu selembar 10 ribu-an, "ini untuk photo-nya" sambil ku perlihatkan photonya di hp ku. "ini photo buat saya ya?" tanya ku. Dia terkikik, "iya, ambil lah" katanya sambil berlalu.

Perempuan itu, wanita pengamen itu, potret lain wajah ibu kartini masa kini. Perempuan tangguh, yang berjuang demi hidup. Mungkin juga demi masa depan anak2nya. Demi habis gelap terbitlah terang.


-Indramayu, 16 juni 12-

Senin, 11 Juni 2012

BIKE N TUKIK



Sebenarnya ini acara sepeda. Tapi dibarengi dengan penandatangan MOU kerjasama antara  BNI, Garuda Indonesia dan Pemda Bangka Tengah  dalam pembangunan tempat penangkaran penyu di daerah Guntung, Bangka Tengah. 

Menyesal banget nggak ikut acara bersepedanya. Awalnya sih semangat sekali pengen ikut. Trus pas ngajak temen gowesser ku katanya gak bakalan asyik karena rutenya kebanyakan diaspal. Ya sudah, batal ikut. Apalagi pagi-pagi hujan turun deras banget. Untuuung gak jadi ikut pikirku. Tapi pas di lokasi liat para gowesser pada basah-basahan n becek-becekan, wiihh..ini mah seru kata ku. Trus tanya sama teman yang ikut, gimana trail-nya tadi. Olalaaa...ternyata baguuuusss..banget. Waduuuuhhh....nyesel bukan kepalang deh.

Tapi apa mau dikata ya. Sudah terjadi. Ya sudahlah. Paling ngomel-ngomelin teman yang bilang rutenya aspal tanpa henti. hehe. Setelah selesai makan-makan dan sambutan-sambutan serta penanda-tanganan MOU, ramai-ramai kita turun ke laut ngelepas Tukik. Orang sebegitu ramainya tapi tukiknya cuma 60 ekor. Itu juga susah dapetnya kata petugas. Tukik yang dilepas jenis penyu sisik. Penyu ini jenis yang terdapat di Pulau Bangka selain Penyu Hijau. 
Tapi miris deh liat pelepasan tukik ini. Selain keadaan lautnya yang nggak mendukung, sepertinya situasi yang ramai begitu malah bikin tukiknya stress. Nggak yakin deh itu tukik bisa bertahan hidup. Begitu tukiknya diletakkan di pasir malah susah banget nyemplung di air dan nggak nyaman berenang karena ketabrak-tabrak kaki-kaki manusia yang ramai banget. Kebetulan laut di situ dangkal dan datar. Tapi itu mungkin cuma sekedar formalitas aja kali ya. Semoga nanti setelah penangkarannya jadi penyu-nya bisa lebih banyak di kembang biakkan dan akhirnya bisa lebih lestari dihabitatnya.