Rabu, 08 April 2009
TELMI
Senin kemaren lokasi hashnya sip banget buat foto2. Sialnya kamera digi ku lagi mbengkel gara2 kpentok pager sama asa. Kamera hp ku gak terang. Jd minta share foto sama Melati -wew, sok akrab amat ya aku :D-. Dia bilang ntar ku aplud d facebook. Iya deh kata ku. Besoknya blog reportase hash ku terbitin tanpa foto karena ku pikir ni Melati ga mungkin deh langsung facebook-an. Secara geto loh, dia kan nyonyah pejabat yang kesibukannya seambreng-ambreng. Tapi eh, ternyata duluan dia ke fb daripada aku. Aktif lagi. Friend request ku juga langsung terima. Wew, ku pikir ni nyonyah demen nge-net juga neh. Tapi dinihari tadi aku baru ngeh. Dia kan pake blackberry. Yang ada push email n konek langsung ke fb. Hehe, telat banget yak aku mikirnya. Top dah 'berry'. Terutama wat yang intensitas imelannya tinggi. Tapi kalo wat yg hobi foto kayak aku iphone lebih cocok. Karena hasil foto 'berry' kurang bagus. Cuma 2 MP pan kameranyah. Sama N73 aja masih kalah jernih. Tapi kapan iyah boleh bebas nge-net pake hp lagi? MoU aku sama abang tuh, hehe.
Senin, 06 April 2009
JERUK KUNCI
Entah kenapa ya jeruk mungil ini dinamai jeruk kunci. Apa karena biasa digunakan untuk mengunci cita rasa makanan yang dibubuhinya? Yang jelas, di Bangka jeruk ini sangat populer. Rasanya yang sangat asam dan segar digunakan sebagai pengganti cuka makan. Kalau kamu ke warung bakso, soto, mie ayam, somay, mie kuah, mie koba, tekwan dan pantiaw pasti deh melihat jeruk ini tersaji sebagai pelengkap rasa. Jeruk ini bentuknya memang mini seperti yg terlihat d foto. Bukan jeruk sate lho karena rasa dan aromanya beda. Ukurannya sama tapi tekstur kulitnya berbeda. Selain sebagai pelengkap makanan sekarang jeruk kunci juga dijadikan sirup dan digunakan sebagai minuman pelangsing dan penurun kadar kolesterol. Pokoknya orang bangka asli kalau makan jajanan seperti yang disebut tadi kudu harus wajib pakai jeruk kunci. Nggak boleh ketinggalan. 'Dak nyamen' katanya kalau nggak pakai.
Sabtu, 04 April 2009
OTAK2 IKAN
Koba adalah kota ikan. Di bundaran tengah kota kecil ini berdiri tugu yang atasnya dihiasi patung ikan dikelilingi udang. Tapi asa yang hobi makan otak2 ikan susah menemukan penjual otak2. Kalau pun ada satu dua orang dan rasa otak2nya tidak sama dengan yang biasa. Terlalu banyak santan dan sausnya cuma garam dan cabe tumbuk tanpa air. Jadi kalau mau makan otak2 yang enak ya harus bisa buat sendiri. Repot sih tapi puas dengan rasa yang enak dan lebih hemat. Bahannya juga mudah didapat yaitu ikan, yang enak memang tenggiri tapi harganya mahal sekitar 45rb/kg. Ada yang murah tapi cukup enak yaitu ikan parang harganya 17rb/kg. Kalau tidak mau repot bisa diupahkan menggilingnya, 4rb/kg. Setelah dapat daging ikan yang sudah digiling, kita ulen sampai kalis. Campurkan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, garam dan sesendok gula. Tambahkan 250ml air, santan kental 150ml dan 2 butir putih telur. Setelah tercampur rata bungkus dengan daun pisang sesendok setiap bungkusny, semat ujungnya dengan lidi atau straples. Bentuk pipih agar lebih cepat matang. Panggang di api kecil. Sausnya haluskan saja cabe, bawang putih dan garam. Sedu dengan air masak, tambahkan gula pasir dan jeruk kunci. Dari 3kg ikan segar bisa dapat 100 bks. Kalau beli 200rb tuh. Padahal modalnya cuma 70rb. Hematkan? Boleh juga buat bisnis ibu2 nih.
KABHI KUSHI KABHI GHAM
Huh, sebal! Sebul! Sebel! Tiap kali nonton film kabhi kushi kabhi gham mesti deh aku mewek. Itu lho, film india yg dibintangi Amitab bachan n shahruk khan, yg nyeritain tentang kasih sayang antara ibu dan anak, ayah, adik kakak dan istri, menantu dan mertua. Film lawas yg udh diputar berulangkali. Tapi ya gitu, biar udh hapal ceritanya gregetnya tetep gak ilang2 jg. Mewek maning, mewek maning. Padahal aku kan nggak cengeng. Biasanya aku males banget nonton film india. Perasaan norak n kampungan gitu, hihi. Tapi film yg satu ini bener2 beda deh. Ini karena filmnya atau cinta dan kasih sayang yang dialirkan di dalamnya ya?
Kamis, 02 April 2009
CHENG BENG
Cheng beng atau sembahyang kubur warga tionghoa merupakan fenomena tersendiri bagi masyarakat Bangka Belitung. Dimulai dari tanggal 25 maret dan mencapai puncaknya tanggal 04 april. Cheng beng merupakan wujud bakti seseorang pada leluhurnya. Pada hari2 tersebut banyak warga tionghoa yang tinggal di luar pulau bangka baik yang dari kota2 di Indonesia mau pun luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Singapura atau Malaysia pulang kampung untuk sembahyang di makam leluhurnya. Hal itu berimbas pada mahalnya tiket pesawat dan kamar2 hotel yang full booking. Para pembersih makam dadakan ikut panen. Tarifnya lumayan, ada yang pasang tarif 150rb untuk membersihkan makam saja. Tergantung nego sih. Kepala dinas pariwisata pemkot Pangkal pinang malah berencana memanfaatkan momen cheng beng untuk mengembangkan pariwisata Babel. Yang pasti kalau mau bepergian ke jakarta dengan pesawat sebaiknya hindari tanggal2 diatas, karena tiketnya bisa naik sampai tiga kali lipat harga normal.
MOBITREK
Mobitrek, jejaring sosial dan situs pertemanan yang didirikan Sony AK pada juli 2007 saat tenggelamnya seriboo.com; situs sejenis. Dengan fitur2 yang menarik dan tampilan yang simpel dan familiar dalam setahun lebih sudah 10 ribuan user tergabung di dalamnya. Tapi akhir2 ini mobitrek susah sekali diakses. Biasanya sih kalaupun mobitrek eror paling sehari dua hari. Kali ini mungkin seminggu atau lebih ya? Tak jelas apa penyebabnya. Kok jadi ingat peristiwa tumbuhnya dulu ya. Waktu itu seriboo.com juga mengalami apa yang dialami mobitrek sekarang. Dan saat ini memang ada seorang user yang membuat situs baru yaitu mobinessia.com. Entah apa hubungannya cuma kok ya rada2 mirip peristiwanya. Tanpa tendensi apa2 nih sekedar iseng mencermati. Semoga mobitrek tidak bernasib sama dengan seriboo. Dan bisa tumbuh bersama berdampingan dengan mobinessia. Ayo mobit, bangun doong..sudah siang nih. User numpuk ngantri tuh mau login.
Rabu, 01 April 2009
SUDAH SIAP BELUM?
Pemilu sudah di ambang pintu tapi masih aja ditemukan surat suara yang rusak. Yang salah ketiklah, yang salah kirimlah. Waduh! Gimana nih KPU, siap nggak nyoblos tanggal 9 april? Eh, kok nyoblos sih, kan sekarang contreng. Memang sih katanya coblos tetap sah seperti juga tanda garis miring atau garis miring tak sempurna. Tapi budaya contreng kesannya lebih halus dan berbudaya tulis. Tapi tau deh itu kan urusan KPU. Urusan kita mah yang penting jangan golput waelah. Golput tuh emang salah satu cara menunjukkan kekecewaan atas kinerja pemerintah. Tapi juga menunjukkan ketidak perdulian kita pada masa depan bangsa. Emang mau negeri ini diperintah preman? Koruptor? Tiran? De el el, kagak dong. Makanya, jangan golpup eh golput. Orang bijak taat bayar pajak, eh kok pajak sih? Maksudnya orang bijak pilih pemimpin berkwalitas. Btw, siap nggak nih pemilunya tanggal 9? Jangan2 diundur nih? Moga2 enggak deh ya.
Langganan:
Postingan (Atom)

