

Dengan merubah kebiasaan kecil,
Kita akan berkontribusi dalam
pelestarian lingkungan
Dikirim oleh A. Wahyu CP, ST, M.Sc
Tanggal 2008-07-29
(sumber http://www.ubb.ac.id)



Lokasinya di objek wisata bahari Pantai Pasir Padi, Pangkal pinang, Bangka belitung. Hanya kurang lebih 15 menit berkendara dari Bandara Depati Amir, 20 menit dari pelabuhan Pangkal Balam dan 10 menit dari pusat bisnis dan pemerintahan. Sangat sesuai untuk bisnis dan berlibur.
Fasilitas yang tersedia yaitu 55 kamar terdiri dari berbagai type.
Standar @ Rp. 300.000 ada 15 kamar
Superior @ Rp. 400.000 ada 8 kamar
Regency @ Rp. 500.000
Deluxe @ Rp. 550.000
Junior suite Rp. 800.000
Suite @ Rp. 1 juta dilengkapi 2 kmr tidur
Guest house @ 1 juta kapasitas 8 org
Guest house @ 600.000 kpsitas 4 org
Stania @ 800.000 kapasitas 4 org
Meeting room :
P. kalasa Rp. 5juta capacity 300px
P. Panjang Rp. 1.5 juta capacity 100px
P. Punai Rp. 1 juta capacity 30 pax
P. Semujur Rp. 1,2 juta capacity 50pax
Dilengkapi dengan AC, sound system, OHP, LCD dan white board.
Mengingini mu seperti dulu..walau tak pernah ingin menjadi nyata. Karena semuanya yang nyata hanyalah fana yang akan segera musnah. Biarlah maya...jika maya akan lebih abadi......
KASIH TAK SAMPAI by Padi
.................
.................
Reff : tetaplah menjadi bintang dilangit...agar cinta kita tetap abadi..biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini agar menjadi saksi cinta kita..berdua...
--------------------------------------------------------------------------------------------------
(inspired by kasih tak sampai, Padi...dedicated for someone)
Mama mulai menyadari penyakitnya pada tahun 2007. Waktu itu beliau merasai ada sebuah benjolan kecil sebesar biji jagung dibawah lehernya diatas pundak. Tidak sakit. Tapi saat staminanya lemah benjolan itu terasa berdenyut. Tahun 2008 benjolan itu semakin besar hingga kami merasa perlu untuk memeriksanya ke dokter. Setelah di biopsi dokter menyatakan mama mengidap kanker kelenjar getah bening. Bertambah waktu benjolannya bertambah dimana-mana. Di ketiak, di lipatan paha. Tapi mama memang pejuang tangguh. Beliau mau mencoba apa saja untuk sembuh, kecuali di kemoteraphy dan operasi. Terapi akupuntur, dan herba dijalaninya dengan antusias. Segala macam obat2an herbal diminumnya. Terakhir beliau minum rebusan air sarang semut. Alhamdulillah, benjolan- benjolan itu semua akhirnya hilang sekitar awal tahun 2010.
Tapi dua bulan yang lalu tiba-tiba saja khabar mengejutkan itu sampai pada ku. Mama mencapai puncak terburuk kondisi kesehatannya yang memaksa ku untuk bergegas pulang kampung. Sudah lebih dari dua minggu aku meninggalkan anak-anak, suami dan segala aktifitas rutinku. Menemani mama dan berkumpul dengan lima saudara kandung ku. Mama terbaring lemah walau tetap sadar sepenuhnya. Meneruskan terapi herba sarang semut dan kali ini ditambah dengan rebusan air daun sirsak (annona muricata/graviola).
tentang daun sirsak ini kami mengetahui khasiatnya dari berbagai sumber. Mulanya sempat bingung menerapkan dosisnya. Dari keterangan di internet, sepuluh lembar daun sirsak dipilih yang sudah tua direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 gelas diatas api kecil. Tidak terlalu jelas berapa banyak diminum dalam sehari. Kami menerapkan pada mama 2 gelas sehari pagi dan sore. Efeknya mama merasa sangat kepanasan. Berdasarkan pengalaman seorang temannya yang juga penderita kanker kami menilai mama minum terlalu banyak dan kami sepakat mengurangi dosisnya menjadi 1 gelas sehari. Kami berharap banyak pada terapi ini, semoga Tuhan berkenan memberikan kesembuhan buat mama melalui kemo herba daun sirsak dan sarang semut.Ya Allah, bila memang kesembuhan dari Mu belum tiba buat mama, lapangkan lah hatinya agar beliau ikhlas dan sabar menghadapi ini semua. Aku tak ingin menangis, Tuhan..jika cobaan ini justru membuat kami semakin dekat denganMu.