Rabu, 07 Mei 2014

SAYAP-SAYAP PATAH

Aku ingin terbang melintasi waktu, mengarungi lautan rindu. Mengepakkan sayap kecilku menuju mu. Mengeratkan rasa yang terpisah oleh jarak tak berjejak. Di tepian asa ku ukir khayal tentang damainya dekapan embun pagi di dadamu.

Tapi apa daya, sayap-sayap ku dipatahkan. Kaki ku terpasung, tubuhku dicengkram egoisme badai. Gulungan awan kelabu yang siap pecah, guntur yang siap menggelegar dan petir yang siap menyambar,, aku terpenjara oleh kuasa tiran sebuah ikatan berkarat.

Salahkan aku,, tak bisa memenuhi janji. Aku bukan phoenix merah yang siap ditelan api. Aku camar kecil yang hanya bisa menari di pinggir pantai menjilati ombak setiap pagi. Hanya bila suatu masa kekuatanmu merubahku menjadi phoenix maka kala itulah aku akan mampu terbang meski harus membelah samudra bara. Dan itu hanya butuh sebuah ketulusan dan segenggam kesungguhan. ΘӛЯЇ mu, dan ϑӛЯЇ ku,,, ϑӛЯЇ kita.

Sayap-sayap patah, terkulai di pokok cemara laut memandangi senja menghilang di cakrawala. Sendu,,,kelu,,,







Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 03 Mei 2014

KALA DINGIN MENGANGKANGI MALAM

Manakala gelap bertahta, senyap menyeruak dikuasai serdadu malam. Jiwa-jiwa yang lelah terkapar dalam lelap. Bergumul dengan mimpi. Meracik impian dan khayalan tentang esok. Wajah wajah tenang dengan impian yang sederhana dan kepasrahan akan kehendakNya bersanding ironis dengan wajah radikal dengan impian yang melampaui batas khayal tanpa wujud nyata dan tak sudah memaki nasib buruk.


Sementara aku terjaga menanti kantuk yang entah baru sampai dimana. Membuka jendela sejenak membebaskan dada yang sesak karena aksara. Sejenak terhenyak pada nyata bahwa ada terang di luar sana. Aku tertohok rembulan. Manakala dingin mengangkangi malam. Di masa embun mulai turun menjilati angsana yang terlentang.

Dimana batas nirwana ketika angan mengembara terbang tanpa sayap. Menembus udara yang telanjang. Gejolak asa tentang pelangi di kota asap menggeliat menggoda hasrat. Jika saja tak ada etika ingin ku teriak menggoda. Dengan lidah kelu bibir beku tangan terbelenggu dan kaki yang terpasung, apalagi yang bisa ku buat saat rindu nyaris membunuhku selain mencumbui bayangmu bertilam kenangan ϑӛЯЇ gerimis di kota itu.





Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 01 Mei 2014

PELANGI DI SIANG HARI

Pelangi di siang hari, terlukis indah ϑӛЯЇ kisah masa lalu yang belum kelar. Terlebih ketika pagi begitu mendung. Lengkungan warna itu begitu menghibur dan mempesona.

Masa lalu adalah cikal bakal masa depan. Mana pernah kita sangka kisah yang hanya sekelumit itu bisa membawa kita dalam kebersamaan. Aku bahkan nyaris melupakannya karena menurutku kau tidak cukup berwarna dan tak pernah berniat menggoreskan kuas mu di atas kanvas yang mulai usang.

Aku hampir tak menyadari rinai hujan dibalik mendungnya pagi di kota ku. Ketika perlahan mentari menyeruak dan menggambar lengkungan berwarna di langitku yang sedikit mulai menyungging senyum seperti jaka tarub yang mengintip bidadari turun mandi.

Aku hampir tak perduli ternyata kau punya warna mu sendiri untuk melukiskan kisah manis di hati ku dengan sedikit corak warna ϑӛЯЇ kisah masa lalu yang belum kelar. Kau goreskan lengkung indah pelangi untuk kita titi, menjembatani jarak dan waktu diantara kita. Semoga ketika petang datang kita sudah bersama menitinya berdampingan dan merelakannya menghilang di peluk malam. Menyudahi misinya menyatukan kita.





Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 29 April 2014

PELATUK SUDAH DITARIK DAN PELURU SUDAH MELESAT

Sepanjang kita masih terus begini
Takkan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja

Senyum dan tawa hanya sekedar saja
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuai

Kucoba bertahan mendampingi dirimu
Walau kadangkala tak seiring jalan
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata

Agar tiada penyesalan dan air mata

********

Betul, itu lyric lagu Panbers atau juga Pance Pondaag. Tapi itu juga saat ini situasi yang terjadi dalam hidupku.

Dan kuputuskan untuk mengahirinya. Dengan Bismillah kubulatkan hati untuk mengatakannya. Sebening embun pagi, setenang riak danau dan selembut desir angin kuucapkan permintaan yang sudah beribu kali kupikir dan kutimbang. Hanya dua kata dan itu akan merubah banyak hal. Pelatuk sudah ditarik, peluru sudah melesat. Tak bisa kuurungkan lagi.



27042014


Powered by Telkomsel BlackBerry®

MENAMBAL PERAHU RETAK SERIBU

Perahu itu seharusnya sudah karam. Karena badai yang menghempas terlalu keras menghantamkannya ke dinding karang, dan karena sang nahkoda yang terlena oleh buaian desau angin dan indahnya kepak camar yang palsu.

Samudera ini seharusnya telah tenang dan damai. Jika saja sang nahkoda tak terlalu banyak menanam angin hingga menuai badai. Perahu kecil dengan kelasi bermata bening ini hanya butuh kayuhan yang pasti.

Jangan bilang aku terlalu cepat menyerah. Jangan bilang aku terlalu emosional dan cengeng. Aku sudah berusaha keras untuk bertahan. Menata perahu yang sudah pernah hancur. Mengorbankan hati dan harga diri demi memberikan sebuah naungan bagi kelasi mungil kita. Karena perahu ini bukan hanya milik kita. Tapi juga milik para kelasi. Mereka berhak memiliki sebuah perahu yang utuh. Yang ditiangi dan diatapi oleh kebersamaan.

Ketika perahu itu retak seribu masih bisakah kita kayuh meski harus menambalnya disana sini? Tidakkah sia-sia menambalnya ketika setia, jujur dan percaya tak bisa Lªĝί merekatkannya.




Powered by Telkomsel BlackBerry®

Minggu, 27 April 2014

DIMANA aku HINGGA MeLEWATKaN mu BEGITU SANGAT

Saat aku merasa kehilanganmu, ku buka rangkaian kisah di dindingmu. Mengenang saat2 manis dan pahit. Menertawai gurauan2 kita. Mencemburui keindahan antara kau dan mereka. Mengabaikan rasamu kehilanganku dan betapa kau merinduiku. Aku terhenyak.

Itu sudah lama. Dimana aku saat itu? Saat kau menginginkanku? Saat kau merasa terabaikan dan merasa cintamu tak berbalas. Dimana hatiku saat kau berharap indah diantara kita?

Aku tergugu. Saat itu aku sedang sibuk dengan duniaku yang tak sama denganmu. Tenggelam di balik layar yang tak semua orang bisa meniliknya. Saat itu aku sedang tertawa lepas dalam kayuhan pedal riang bersama teman dan melupakan mu. Sementara kau merinduiku setengah mati aku hanya mentertawai kerinduanmu.

Saat itu aku baru kehilangan dan sibuk mengejarnya kembali. Aku mengabaikanmu hanya untuk mengharap orang yang tak pantas untuk kuharapkan kembali. Aku berpaling ke jurang yang dalam sementara kau menawarkan lembah hijau nan sejuk.

Dimana aku hingga melewatkanmu begitu sangat. Alangkah sia2nya.





Powered by Telkomsel BlackBerry®

Rabu, 23 April 2014

BERI WAKTU Ku

Aku sudah biasa kehilangan,,,aku terbiasa ditinggalkan. Selalu saja aku terluka. Tapi selalu saja aku sembuh lagi. Aku tidak takut terjatuh,,,walau itu tentu saja sangat sakit. Aku percaya aku selalu bisa bangkit lagi walau butuh waktu lama.

Aku terbiasa ditinggal sendiri. Walau aku selalu takut sendirian. Ditinggal tanpa pesan tanpa alasan selalu membuatku gila. Tapi akan bisa kuatasi seiring waktu.

Jangan menyerangku dengan rasa bersalah. Karena aku memang bukan dewa bukan malaikat. Beri aku alasan maka aku akan mengerti. Tapi jika pun tidak,,,aku akan tetap bisa beradaptasi. Waktu akan menyembuhkan luka. Dan tak pernah ingkari itu.




Powered by Telkomsel BlackBerry®