Senin, 24 Oktober 2011

Apa kabar?

oleh Si Bebek pada 30 Agustus 2011 jam 17:51
Masihkah kau bersepeda setiap pagi membelah jalanan gelap sambil menelpon seseorang yg kau cintai seperti dulu kau menelponku sambil mengayuh kereta angin mu?
Masihkah kau berlari setiap senin sore dengan headset di telinga berbagi deru nafas mu dengan seseorang yang kau cintai seperti dulu kau lakukan bersama ku disela derap langkah kaki mu menyusuri senja?
Masihkah kau berkelana di dunia maya mu setiap malam membunuh sepi karena ketiadaan ku berbagi tawa cinta benci dan rindu dengan teman-teman mu yang tak pernah ada bagi ku?
Masihkah??
Apa kabar mu camar kecil ku? Sudahkah kau temukan tempat yang selalu kau cari dan tak pernah kau temukan itu? Yang kau jadikan alasan untuk meninggalkan ku...tidakkah kau ingin pulang? Aku meminta mu pulang, aku meminta mu kembali kesini. Bukankah dulu kau bilang akan kembali jika aku meminta mu kembali? Aku memohon, kembalilah...aku merindukan mu.............
Aku terpana membaca catatan ini..catatan yang di posting berkali-kali ditempat yang sama.

Camar kecil...itu sebutan mu buat ku.. Kata mu dulu, aku adalah camar kecil dengan sayap yang ringkih, lemah, tapi tidak pernah mau berhenti terbang. Waktu itu aku berdebat dengan mu, aku bukan camar kecil, aku elang yang akan terbang membelah angkasa menuju matahari terbit. Kau bilang aku akan terbakar.
Sudah berapa lama waktu berlalu?
Aku ingin membalas catatan mu, menjawab tanya mu. Tapi untuk apa? Kita akan sama-sama terluka. Aku belum bisa kembali. Entah kapan.
· · Bagikan


    • Si Sarung : kamu memang bukan camar kecil sekarang, mungkin lebih tepatnya gagak hitam.....

      :D

      31 Agustus jam 14:49 ·

    • Si Bebek : bebek kok maaaaas.... :D
      01 September jam 8:40 ·

    • Si Payung : jauh banget, dari camar ke unggas XD
      02 September jam 17:06 ·

    • Si Bebek : bukannya sama2 unggas, na??? Ahahahaha.....kwek kwek...
      02 September jam 18:32 ·

    • Si Sarung : maklum mi, nana skulahnya bukan jurusan peternakan..
      xixixi..........

      02 September jam 19:08 · · 1 orang

    • Si Bebek : hu um mas er...ya wess..maklum lah..hihihikk..
      02 September jam 19:22 ·

    • Si Sarung : tapi masih mending skulah mi...
    • timbange aku, tk wae luluse nyogok...
      :D

      02 September jam 19:30 · · 1 orang

AKU BENCI HATI YANG INI

oleh Si Bebek pada 02 September 2011 jam 21:10


Aku benci hati yang ini. Yang selalu sunyi dan selalu menyimpan tempat kosong yang luas. Yang selalu menangis saat kesepian tapi selalu memilih sepi sebagai teman.

Sudah sangat lama berlalu ketika satu persatu mereka pergi dan menitipkan hati ini pada rasa sepi. Itu sudah sangat lama berlalu. Banyak hal sudah berubah, tapi kenapa rasa sepi itu tetap saja menjadi teman yang tak terpisahkan! Slalu saja menjadi teman yang nyaman untuk digauli.

Aku benci hati ini. Aku benci hati yang iniiiiiiiiiii.. Aku ingin melemparnya ke tengah lautan..tapi ombak selalu membawanya kembali. Baiklah, aku akan membanjiri mu dengan air mata. Aku akan menenggelam kan mu dengan air mata. Agar teman mu si Sepi itu menjadi basah dan tak mudah lagi terluka

MENUNGGU MATAHARI DI BATAS KOTA

oleh Si Bebek pada 04 September 2011 jam 6:27

Apa pun yang terjadi, aku tak ingin tenggelam. Aku tak ingin terus-terusan diselimuti awan hitam. Ku kayuh pedal MTB ku menyusuri jalanan gelap yang masih terlena.

Lagi, ku pilih sepi untuk ku gauli. Ku biarkan sepi melumat hati ku yang terluka. Bersama desau angin ditelinga ku cumbui bayangan malam yang beringsut pulang.

Di gerbang batas kota yang lantang, bersandar dibawah sebatang pohon yang kesepian. Dihadapan air yang menggenang hening, ku labuh rindu dendam dan benci. Menunggu matahari terbit sambil membisikan nama mu lirih.

Aku ingin kau disini. Mencengkram bahu ku erat. Menatap mata ku dengan tajam. Dan mengatakan bukan salah ku jika aku ditinggalkan.

Matahari pagi...datanglah...
Aku menunggu mu. Hangati aku. Singkirkan awan hitam yang menyelimuti ku. Sinari gelap sudut hati ku. Di kejauhan, di langit kosong yang mulai kemerahan, seekor elang terbang berputar rendah. Memekik panjang seolah memanggil ku pulang.

Andai itu kau

· · Bagikan

  • Si Bebek dan Si Elang menyukai ini.

    • Si Elang Cieeee... Mimi yumi baru nungul...
      Matahari ga usah ditunggu, tar jg muncul ndiri... Hehehe
      04 September jam 6:38 ·

    • Si Bebek -kethax- elang jelek, mandi dl gih sono!
      04 September jam 6:46 ·

    • Si Nona jiah..pagi2 dah melaow :p
      04 September jam 6:57 · · 1 orang

    • Si Sarung -tangi turu-
      04 September jam 7:36 · · 1 orang

    • Si Elang Hari ini ga ada jadwal mandi mi.. Hehe
      04 September jam 7:39 · · 1 orang

    • Si Bebek pantes ambu mu acccemm lang
      04 September jam 8:24 · · 1 orang

    • Si Payung "seekor elang terbang berputar rendah, andai itu kau..." wow notes ini pasti ditujukan buat Si Elang ya? XD
      04 September jam 18:26 · · 1 orang

    • Si Elang Si Payung gmn kabarnya...???
      minnal aidin wal faidzin.. mohon maaf lahir dan batin..... :)
      04 September jam 18:44 ·

    • Si Elang Si Bebek ; masa sih...? xixixixi....
      *endus2 kaos*
      04 September jam 18:46 ·

    • Si Bebek nananananananaaaaaa...-hugkiss, cpika cpiki- yo mesti ne tho naaa...:D
      04 September jam 19:45 ·

    • Si Bebek saiki ora meneh, lang..mau wes d smprot parpum tho
      04 September jam 19:46 ·

    • Si Payung kabar baik, maaf lahir batin juga lang :D
      04 September jam 20:13 ·

JANGAN PERGI

pada 10 September 2011 jam 12:43
Aku tau rasanya. Kehilangan. Aku sangat tau rasanya. Dan aku benci kehilangan. Setiap kali seorang teman menonaktifkan akun-nya aku akan kehilangan semuanya. Photo, rangkaian pesan, riwayat aktifitasnya yang berhubungan dengan ku..semua. Setiap hal yang semula biasa saja tiba-tiba jadi sangat berharga. Walaupun kontak di luar fb masih terjalin tetap saja ada rasa kehilangan. Kadang menyesal tidak sempat mengcopy segala sesuatu tentang sang teman, profil, foto, riwayat pesan dan lain-lain.

Lalu ketika rindu mendera apalagi yang tersisa? Menyorot namanya, yang tertinggal hanya list nama berwarna hitam tanpa wajah. Jangankan data, berkedip saja tidak lagi. Tak ada lagi kata-kata yang tersisa. Rindu akan semakin menusuk. Rasa kehilangan semakin membelit. Bagaimana ini... Sungguh... Aku tak ingin kehilangan (lagi). Kehilangan canda tawa, sapa mesra, jejak jempol disana-sini. Isyarat bahwa kau melihatku....

Tetaplah disini. Kita habiskan hari-hari mengusir sepi. Menggembala asa menari bersama awan, bercinta dengan kata-kata. Jangan pergi. Nanti aku bisa mati.
Tak bisa ku terima
Kau tinggalkanku
Saat ku butuh kamu
Apa tak kau rasakan
Betapa hancur
Hidupku tanpa kamu
Aku terlanjur..
Terlalu..
Bergantung padamu

Reff:
Jangan pergi
Jangan pergi
Jangan kau pergi
Ku tak ingin sendiri
Ku tak sanggup
Ku tak sanggup
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu
Kau yang buatku tegar
'Tuk terus bertahan
Jalani hidup ini

Back to #, Reff

Ku tak sanggup
Ku tak sanggup
Sungguh tak sanggup
Hidup tanpa cintamu

Aku memang tak akan sendiri. Masih banyak teman yang lain. Masih ada canda yang lain. Tapi kau tetaplah kau. Kau tak akan tergantikan.

SEBUTIR BIJI KAPUK MENANGIS

pada 14 September 2011 jam 20:08

jangan bilang aku tidak sabar
jangan bilang aku tidak bersemangat
jangan bilang aku tidak berusaha
tapi aku bebek biasa
aku cukup sabar tapi aku bukan Nabi
aku cukup bersemangat tapi aku bukan Hercules
aku sudah berusaha tapi aku bukan elang
semua ada batasnya bukan
hatiku cukup luas walau tak seluas samudera
aku merasa jadi sebutir biji kapuk ditengah gudang kosong

SESUATU

pada 20 September 2011 jam 14:42

Ada gadis kecil disana. Yang kehilangan kantong sebesar kantong Sinterklas. Katanya isinya begitu banyak cinta, kasih sayang dan perhatian. Kehilangan itu katanya membuatnya kesepian.

Gadis kecil manis yang malang, mana mungkin dia kehilangan cinta, kasih sayang dan perhatian jika dia begitu manis dan mempesona. Begitu mudah berbaur dengan siapa saja berbekal senyum dan tatap matanya yang polos. Bagaimana bisa dia mengaku kesepian jika dia selalu bisa mendapatkan teman dimana saja dan kapan saja dia ingin?

Gadis kecil itu tumbuh dewasa dan masih mencari kantongnya yang hilang. Bagaimana bisa? Lihatlah, dia tumbuh dengan baik. Bergaul luas dengan banyak teman baik. Dikelilingi orang-orang yang mencintainya. Apa sesungguhnya yang dia cari? Cinta yang ia dapatkan sekarang sudah lebih dari kantong Sinterklasnya. Kasih sayang yang diberikan padanya seperti udara yang dihirupnya. Dan perhatian yang didapatnya sudah seperti perhatian yang didapatkan photo Marlyn Monroe yang telanjang.

Hei....apa yang sesungguhnya kau cari???

Saat itu dia terdiam. Matanya menerawang. Barulah terlihat luka itu. Luka yang sebelumnya selalu tersamar oleh binar ceria. Bibirnya bergetar dan menjawab lirih, "kantong yang itu. Aku mencari kantong yang dulu" kantong cinta, kasih sayang dan perhatian masa kecilnya. Bagaimana bisa? Bukankah sudah lama berlalu? Dan waktunya sudah tak sama lagi. Bagaimana bisa jika waktu tak bisa kembali lagi ke masa itu? Dan bagaimana bisa dia tetap mencari sesuatu yang ia sadar tak kan mungkin ia temukan lagi...
Entahlah..

Note for Parent :
Jangan lewatkan masa kanak2 anak anda.
Karena itu hanya sebentar dan tak kan bisa diulang kembali
· · Bagikan

ARSIP YG TERCECER ( SAMPAN LELAHKU)

SAMPAN LELAH KU

pada 29 September 2011 jam 4:51

Aku dengan sampan kecilku yang rapuh
Mengayuh dengan dayung dan tangan yang ringkih
Berkhayal ingin mengarungi samudra yang garang
Tapi selalu kembali ketepian terhempas ombak

Menyisiri tepi laut berteman jeritan camar dan batu karang
Berlabuh dari satu dermaga ke dermaga lainnya
Menorehkan kisah asmara yang panas
Diantara hempasan badai dan gelombang
Dermaga yang itu saja yang selalu terkenang
Yang selalu menerima sampan kecilku apa adanya
Dengan matahari yang panas dan angin yang sejuk
Yang selalu tahu bagian sampan mana yang butuh ditambal
Dermaga yang tak pernah menangis saat ku tinggalkan
Yang selalu tetap menerimaku kapan saja aku kembali
Kenapa kini tak terlihat lagi..atau aku lupa jalan pulang
Diantara resah, gelisah, aku rindu melabuhkan sampan lelah ini
Angin, ombak, camar..antarkan aku padanya
Tempat dimana kami saling mengisi gelas yang kosong
Aku sudah mengenal dunia dan banyak dermaga
Tapi hanya tempat itu saja yang menawarkan surga bagi hatiku yang berlubang

· · Bagikan

    • Si Bebek trime kasiiih, lita..
      29 September jam 4:52 ·

    • Si Nay Fasung mbak mimi..*berkaca kaca*
      29 September jam 4:58 · · 1 orang

    • Si Nona ganti pke jet ski ja mi ckiki..^^
      29 September jam 6:00 ·

    • Si Elang Km khan specialis nggoes mi, bukan ngayuh....
      29 September jam 6:11 · · 1 orang

    • Mas Teguh di dorong lang.. mesake mimi
      29 September jam 6:54 · · 1 orang
    • Si Elang Sampane opo mimine sem seng didorong...?

      29 September jam 7:45 · · 1 orang
    • Si Bebek @Si Nay :trime kasiiiihhh...-bercermin-cermin

      Si Nona : bbm na mahhhall

      Si Elang :andai di lautan bisa brsepeda...:( maukah kau menemaniku elang...ckikii..

      Mas Teguh: elang kui specialist mbonceng e mas..nek kon ndorong malese tuenanan

      29 September jam 12:26 ·
    • Si Bebek @Si Elang : -sambit pake kerang-

      29 September jam 12:27 ·
    • Si Bebek @Si Shaun : trimekasiiiii atensinye

      29 September jam 12:28 ·

    • Si Nona :pke paket xl dong yar murah bbm-annya ckiki..
      29 September jam 12:33 ·

    • Si Bebek : wuiiihhh...nuna promo...
      29 September jam 12:56 ·

    • Si Nona : Ckiki..^^v
      29 September jam 13:06 ·

    • Si Elang : Iya nuna promo.... *timpuk sampan*
      29 September jam 13:46 · · 1 orang

    • Si Nona : heleh..ikut2an -gebukin-
      29 September jam 14:07 ·

    • Si Bebek : -ikut2an gebukin nuna-
      29 September jam 16:13 ·

    • Si Mo2n : dalemnya bu..:o
      29 September jam 16:17 ·

    • Si Nona wew..-gebukin mimi jg-
      29 September jam 16:21 ·
    • Si Sarung neneeek moyangku soraang pelauuuuttt....

      -nyanyi karo naek sampan-

      29 September jam 20:34 ·

    • Si Bebek @mo2ncay : sdalam cnta ku pada mu ya bebz.. Hxhxhx
      30 September jam 6:04 ·